Tim Dospulkam FKGiz IPB University Ajak Warga Kadumadang Olah Pangan Lokal Jadi Menu Bergizi

Tim Dospulkam FKGiz IPB University Ajak Warga Kadumadang Olah Pangan Lokal Jadi Menu Bergizi
Spread the love

ElangmasNews.com, PANDEGLANG – Pemenuhan gizi seimbang bagi kelompok rentan, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, hingga kini masih menjadi tantangan di banyak wilayah pedesaan Indonesia, tidak terkecuali di Desa Kadumadang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten. Selasa 20 Oktober 2026.

Ironisnya, desa ini dikelilingi beragam bahan pangan lokal yang berpotensi menjadi sumber zat gizi berkualitas, terjangkau, dan mudah diperoleh. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diolah menjadi menu yang bergizi, aman, dan menarik, terutama bagi anak usia 1-2 tahun.

Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai cara mengombinasikan bahan pangan sesuai prinsip gizi seimbang, minimnya variasi resep olahan yang sesuai dengan tekstur dan kebutuhan gizi anak usia dini, serta kebiasaan mengolah makanan secara sederhana yang telah berlangsung turun-temurun.

Selain itu, terbatasnya media edukasi yang mudah dipahami dan diterapkan di rumah turut membuat bahan pangan lokal belum termanfaatkan secara optimal sebagai menu harian keluarga.

Berangkat dari kesenjangan tersebut, tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University tahun 2026 dari Fakultas Kedokteran dan Gizi, yang diketuai oleh Resa Ana Dina, S.K.M., M.Epid., menyelenggarakan program edukasi pengolahan pangan lokal di Desa Kadumadang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Dospulkam yang dilaksanakan di Desa Kadumadang. Dari seluruh rangkaian tersebut, tiga kegiatan yang berkaitan langsung dengan pemanfaatan dan pengolahan bahan pangan lokal, yakni buku panduan yang memuat rekomendasi menu berbahan pangan lokal, video edukasi, dan praktik memasak langsung.

Pangan Lokal Pandeglang sebagai Aset Gizi

Kabupaten Pandeglang memiliki kekayaan hasil bumi dan hasil perairan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar menu bergizi. Beberapa bahan pangan lokal yang menjadi rujukan dalam kegiatan ini antara lain:
Sumber karbohidrat: beras, jagung, singkong, ubi jalar, dan pisang
Sumber protein hewani: ikan laut dan ikan air tawar, telur, serta ayam
Sumber protein nabati: tahu, tempe, dan kacang-kacangan
Sayuran: bayam, labu siam, wortel, kangkung, dan daun singkong
Buah-buahan: pepaya, pisang, semangka, dan buah naga
Keragaman bahan tersebut memungkinkan penyusunan menu yang memenuhi prinsip gizi seimbang, yaitu kombinasi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah.

Baca Juga  Satreskrim Polres Kolaka mengungkap dugaan Curanmor dalam hubungan Keluarga

Buku Panduan: Rujukan yang Dapat Terus Digunakan
Sebagai langkah awal, tim Dospulkam menyusun buku panduan yang memuat rekomendasi menu bergizi berbahan dasar pangan lokal.

Seluruh rekomendasi disesuaikan dengan bahan yang mudah dijumpai di Desa Kadumadang.
Beberapa bahan lokal terpilih disusun menjadi menu makan bergizi gratis bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Buku ini dirancang agar dapat terus dijadikan rujukan oleh masyarakat dan kader posyandu dalam menyusun menu keluarga, bahkan setelah rangkaian kegiatan berakhir.

Video Edukasi: Menu Lengkap untuk Anak Usia 1-2 Tahun
Untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, tim menyusun video edukasi yang menampilkan satu menu makan utama dan satu menu selingan bagi anak usia 1-2 tahun.

Video ini dirancang agar dapat ditonton kapan saja oleh orang tua dan kader posyandu, sehingga pengetahuan tentang penyusunan menu bergizi tidak hanya terbatas pada peserta yang hadir dalam kegiatan tatap muka.

Melalui tayangan yang visual dan mudah diikuti, masyarakat dapat melihat langsung bagaimana bahan pangan lokal disiapkan, diolah, dan disajikan untuk anak.

Menu makan utama terdiri atas nasi tim, bola-bola tahu, ikan kukus, tumis labu siam dengan tambahan wortel dan jagung, serta semangka potong. Setiap komponen memiliki peran gizi masing-masing.

Nasi tim menjadi sumber karbohidrat sebagai energi utama, sementara bola-bola tahu dan ikan kukus melengkapi kebutuhan protein nabati dan hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tumis labu siam dengan tambahan wortel dan jagung menyumbang serat, vitamin, dan mineral dari sayuran, sedangkan semangka potong menjadi pelengkap berupa buah yang segar dan disukai anak.

Adapun menu selingan berupa smoothie buah naga pisang, yaitu minuman buah yang praktis dibuat dan menarik bagi anak karena warna dan rasanya.

Baca Juga  *Bentuk Toleransi Antar umat Beragama, Polsek Metro Tamansari dan Vihara Dharma Bakti Bagikan 300 Karung Beras Ke Ponpes Al Bushaeriyah Peringati Hari Santri*

Kombinasi tersebut mencakup sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah, sehingga mendukung kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.

Tekstur makanan pun disesuaikan dengan kemampuan makan anak usia 1-2 tahun, misalnya nasi tim yang lembut, ikan yang dikukus agar mudah dikunyah, serta sayuran yang dimasak hingga empuk.

Dengan demikian, menu ini tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan nyaman dikonsumsi anak. Seluruh bahan yang digunakan pun mudah ditemukan di sekitar desa, sehingga menu ini dapat ditiru langsung oleh keluarga di rumah dengan biaya yang terjangkau.

Praktik Memasak Langsung di Desa Kadumadang
Selain melalui video, tim Dospulkam melaksanakan praktik pengolahan pangan secara langsung pada 20 Oktober 2026 di Desa Kadumadang. Kegiatan luring ini diikuti oleh 23 peserta dan 6 kader posyandu.

Dalam sesi tersebut, tim memasak nasi tim, tahu telur kukus, sayur bayam wortel, dan pepaya potong. Peserta dapat menyaksikan langsung setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan, teknik memasak, hingga penyajian yang sesuai untuk balita. Pendekatan ini menunjukkan bahwa menu bergizi dapat dibuat dari bahan sederhana yang ada di sekitar rumah.

Inovasi Pancake Bayam Pisang
Sebagai bentuk inovasi, tim turut mendemonstrasikan pengolahan pangan lokal menjadi pancake bayam pisang, yaitu camilan untuk anak usia 1-2 tahun.

Olahan ini memadukan sayuran hijau dengan buah pisang sehingga tampil lebih menarik bagi anak. Inovasi tersebut diharapkan menjadi alternatif praktis bagi orang tua dalam meningkatkan asupan sayur, termasuk pada anak yang cenderung sulit makan sayur.

Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, tim Dospulkam IPB University berharap masyarakat Desa Kadumadang semakin terampil memanfaatkan pangan lokal menjadi menu yang bergizi, aman, dan bervariasi bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca Juga  Jacob Ereste : Candi Borobudur Patut Ditetapkan Sebagai Pusat Ziarah Spiritual Dunia

Pemanfaatan bahan pangan setempat juga diharapkan mendorong kemandirian pangan keluarga serta mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa pendekatan berbasis potensi lokal, yang dipadukan dengan beragam media edukasi seperti buku, video, dan praktik langsung, dapat menjadi strategi yang relevan dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas gizi keluarga di wilayah pedesaan.

Tim


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *