GEMPARKANBANTEN Menggema di Lebak, Forwatu Banten Ajak Anak-anak dan Masyarakat Rawat Lingkungan

GEMPARKANBANTEN Menggema di Lebak, Forwatu Banten Ajak Anak-anak dan Masyarakat Rawat Lingkungan
Spread the love

ElangmasNews.com | Lebak, Banten — Minggu, 11 Oktober 2026 Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi perlu diwujudkan lewat tindakan nyata. Semangat itulah yang ditunjukkan Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten melalui kegiatan Aksi Peduli Lingkungan (APEL) di Kampung Bahbul, Desa Cikulur, Kabupaten Lebak, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan GEMPARKANBANTEN (Gerakkan Membersihkan Parit dan Selokan), yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.

Suasana gotong royong tampak ketika anak-anak bersama-sama mengangkut sampah berupa dedaunan dan ranting yang menumpuk di selokan. Dengan menggunakan gerobak, mereka bekerja sama mengumpulkan sampah agar saluran air kembali bersih dan tidak terhambat.

Bagi Forwatu Banten, kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan lingkungan, melainkan juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Gerakan sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Bahbul. Sejumlah warga secara sukarela ikut membersihkan selokan di depan rumah masing-masing setelah melihat kegiatan yang dilakukan tim Forwatu Banten.

Keterlibatan warga berlangsung secara spontan, mencerminkan tumbuhnya kesadaran bersama bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Partisipasi juga datang dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Cikulur. Kehadiran para pelajar menambah semangat kegiatan sekaligus memperlihatkan bahwa generasi muda dapat mengambil peran penting dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya.

Melalui kegiatan ini, Forwatu Banten berharap budaya gotong royong tidak hanya hadir ketika ada agenda organisasi, tetapi menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan APEL di Kampung Bahbul turut dihadiri Kepala BPBD Provinsi Banten, Drs. Lutfi Mujahidin, M.Si., jajaran pengurus Forwatu Banten, unsur APH dari Polsek Cikulur, aparatur pemerintah kecamatan dan desa, para Ketua RT se-Kampung Bahbul, serta siswa-siswi SMA Negeri 1 Cikulur.

Baca Juga  Galakan Hidup Sehat, Kapus Cipeucang Tularkan Pola Hidup Sehat

Dalam kesempatan tersebut, Lutfi Mujahidin menekankan pentingnya menjaga kebersihan parit dan selokan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi risiko genangan maupun banjir.

Ia menjelaskan bahwa GEMPARKANBANTEN merupakan gerakan yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama membersihkan saluran air dari sampah dan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air.

“GEMPARKANBANTEN sebenarnya adalah sebuah akronim yang memiliki makna mendalam, yaitu GERAKKAN MEMBERSIHKAN PARIT DAN SELOKAN. Ini bukan sekadar nama yang terdengar indah, tetapi sebuah seruan nyata untuk kita semua,” ujar Lutfi.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk merawat saluran air di sekitar rumah juga menjadi bagian penting dalam mengantisipasi persoalan banjir.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi inisiatif Forwatu Banten yang telah menggerakkan masyarakat, warga, hingga pelajar untuk ikut serta. Menjaga kebersihan parit dan selokan bukan tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Ia berharap gerakan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat di wilayah lain di Provinsi Banten.

Presidium Forwatu Banten, *Arwan, S.Pd., M.Si.*, menyampaikan bahwa gerakan GEMPARKANBANTEN sejalan dengan program Giat Sosial APEL (Aksi Peduli Lingkungan) yang telah beberapa kali dilaksanakan oleh Forwatu Banten.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur terkait merupakan bagian penting dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“GEMPARKANBANTEN seirama dengan Giat Sosial APEL yang sudah berkali-kali dilaksanakan oleh Forwatu Banten. Sebelumnya, APEL juga kita lakukan di Kadubumbang yang melibatkan warga, BLUD Puskesmas Cimanuk, serta dinas-dinas terkait. Ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar program sesaat, melainkan komitmen nyata yang terus kita jalani bersama masyarakat,” ujar Arwan.

Baca Juga  Kapolsek Tamalate Hadiri Dies Natalis ke-35 Poltekpar Makassar, Saksikan Pagelaran tarian Etnis lagu Bugis Makassar.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan gerakan peduli lingkungan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan bersih-bersih, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan setelah kegiatan berakhir.

Karena itu, ia berharap masyarakat dapat mempertahankan kebiasaan membersihkan selokan, tidak membuang sampah sembarangan, serta saling mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan.

Koordinator GEMPARKANBANTEN sekaligus Humas Forwatu Banten, Agus Sugianto Wibowo, mengungkapkan bahwa kegiatan di Kampung Bahbul memiliki arti tersendiri baginya karena merupakan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

Ia mengaku terharu melihat keterlibatan anak-anak, masyarakat, dan para pelajar yang turut bergerak menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya pribadi merasa terharu. Kegiatan ini berlangsung tepat di tempat saya lahir dan dibesarkan. Melihat anak-anak kampung, warga yang tanpa komando ikut bergerak, serta para pelajar yang tergerak hadir inilah makna sesungguhnya dari GEMPARKANBANTEN. Perubahan dimulai dari kesadaran hati setiap warga,” tutur Agus.

Menurutnya, perubahan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Membersihkan selokan, mengelola sampah dengan baik, dan menjaga kebersihan di sekitar rumah merupakan tindakan kecil yang dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.

Ia berharap semangat yang tumbuh di Kampung Bahbul dapat menular ke wilayah lain sehingga gerakan peduli lingkungan semakin luas dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan APEL tersebut, Forwatu Banten kembali mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Peran pemerintah tetap penting, tetapi dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga lingkungan.

Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini juga menjadi investasi edukasi untuk membangun generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Forwatu Banten berharap GEMPARKANBANTEN tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang terus hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga  Diduga Limbah Dapur SPPG “Hamim Center” Picu Bau Tak Sedap, Warga Minta Penanganan Serius

Dari Kampung Bahbul, pesan yang dibawa sederhana tetapi bermakna: lingkungan yang bersih berawal dari kesadaran, gotong royong, dan tindakan nyata. Dengan kepedulian bersama, cita-cita mewujudkan Banten yang lebih bersih dan sehat dapat terus diperjuangkan.

(Achmad)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *