Revitalisasi SDN Pasir Eurih 1 Disorot: Material Diduga Memakan Bahu Jalan, Keselamatan Pengguna Jalan Dipertaruhkan

Revitalisasi SDN Pasir Eurih 1 Disorot: Material Diduga Memakan Bahu Jalan, Keselamatan Pengguna Jalan Dipertaruhkan
Spread the love

ElangmasNews.com, Pandeglang, Banten — Pekerjaan revitalisasi SDN Pasir Eurih 1 yang sejatinya bertujuan memperbaiki serta meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan justru menuai sorotan.
Pasalnya, material untuk pekerjaan tersebut diduga ditempatkan di sisi bahu jalan raya. Kondisi itu dikhawatirkan dapat mengganggu pengguna jalan, terlebih apabila material berada terlalu dekat dengan badan jalan dan tidak ditata dengan pengamanan yang memadai.


Revitalisasi sekolah tentu merupakan program yang patut diapresiasi apabila dilaksanakan sesuai ketentuan. Namun, pembangunan sarana pendidikan jangan sampai mengabaikan aspek keselamatan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

 

Jangan sampai pembangunan sekolah malah menciptakan potensi persoalan baru di jalan raya.
Para wartawan Pandeglang yang melakukan pemantauan di lokasi juga mengaku mengalami kesulitan memperoleh keterangan dari pihak sekolah.

Tim sempat bertemu dan berjabat tangan dengan kepala sekolah. Namun, ketika tim kembali untuk mengambil dokumentasi sekaligus meminta konfirmasi terkait pekerjaan dan penempatan material, kepala sekolah disebut tidak lagi berada di tempat dan diduga menghindari konfirmasi awak media.

Sikap tersebut tentu menimbulkan tanda tanya. Sebagai pihak yang berada di lingkungan sekolah dan mengetahui aktivitas pembangunan, kepala sekolah semestinya dapat memberikan penjelasan secara terbuka, khususnya mengenai pekerjaan yang berlangsung di lingkungan sekolah.

Sementara itu, salah seorang pekerja ketika dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut hanya memberikan jawaban singkat.

“Pak, ke atas cari saja, Pak,” ujarnya.
Di sisi lain, seorang pengguna jalan yang melintas, sebut saja Jaka, menilai keberadaan material di bahu jalan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Wah, itu mah bisa membahayakan pengguna jalan bila nurunin materialnya di bahu jalan seperti itu,” ujarnya.

Sorotan ini bukan berarti mempersoalkan program revitalisasi sekolah. Justru sebaliknya, pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah harus dilaksanakan secara tertib, aman, transparan, dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat.

Baca Juga  Memalukan, Diduga Gunakan Identitas Palsu Oknum Kadis Pariwisata Taput Nikah Lagi

Jika material memang ditempatkan di bahu jalan, pihak pelaksana dan instansi terkait patut menjelaskan apakah penempatan tersebut telah memenuhi ketentuan teknis dan aspek keselamatan lalu lintas. Begitu pula dengan sistem pengamanan lokasi pekerjaan, termasuk rambu atau tanda peringatan bagi pengguna jalan.

Publik berhak tahu: siapa pelaksana pekerjaan, berapa nilai anggarannya, bagaimana metode pelaksanaannya, dan apakah penempatan material tersebut sudah sesuai dengan ketentuan.
Pihak terkait, termasuk dinas yang membidangi pendidikan maupun instansi teknis lainnya, diharapkan tidak tutup mata. Pengawasan harus dilakukan secara nyata, bukan sekadar administratif di atas kertas.

Sebab, tujuan revitalisasi adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bersih, dan layak bagi siswa. Jangan sampai dalam proses mewujudkan tujuan tersebut justru muncul potensi risiko bagi masyarakat pengguna jalan.

Kini bola ada di tangan pihak berwenang. Segera lakukan pengecekan ke lapangan dan berikan penjelasan kepada publik. Jika memang tidak sesuai ketentuan, penempatan material harus segera ditertibkan sebelum terjadi kecelakaan atau persoalan yang lebih besar

Nay


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *