KOMISI I DPRD KARAWANG DILECEHKAN, SKANDAL PILKADES DUREN SIAP DIBAWA KE PTUN DAN OMBUTSMAN

KOMISI I DPRD KARAWANG DILECEHKAN, SKANDAL PILKADES DUREN SIAP DIBAWA KE PTUN DAN OMBUTSMAN
Spread the love

Karawang, Elangmasnews.com,- Rapat Dengar Pendapat (RDP) resmi yang difasilitasi *Komisi I DPRD Kabupaten Karawang* pada *RABU, 4 NOVEMBER 2026, PUKUL 14.00 WIB* di Ruang Rapat 1 DPRD, *GAGAL TOTAL* dan berubah menjadi panggung kekecewaan warga.

RDP ini digelar atas dasar surat resmi Kantor Hukum *HERI SUDARYANTO & PANTHER No: 01/Permohonan HS/XI/2026* tentang dugaan *MALADMINISTRASI SELEKSI CAT PILKADES DESA DUREN.*

Ketua Komisi I DPRD Karawang, *Saepudin Zuhri, SH*, sudah dengan hormat mengundang 4 pihak paling bertanggung jawab:

*1. ASDA 1 KAB. KARAWANG*
*2. KEPALA DPMD KAB. KARAWANG*
*3. DEKAN FISIP UNSIKA – Penyelenggara CAT*
*4. PANITIA 11 PILKADES DESA DUREN*

*HASILNYA? NIHIL! KOSONG! MANGKIR BERJAMAAH!*

Keempatnya *TIDAK HADIR TANPA KEJELASAN.* Tidak ada surat resmi, tidak ada perwakilan, tidak ada etika. Padahal yang memanggil adalah *LEMBAGA DPRD, WAKIL RAKYAT!*

Ini bukan lagi mangkir biasa, ini adalah *DUGAAN PEMBANGKANGAN TERBUKA DAN PELECEHAN TERHADAP LEMBAGA DPRD KARAWANG!*

“Ini penghinaan! Kami warga Duren datang dengan surat resmi, dengan itikad baik, meminta keadilan. Komisi I sudah fasilitasi. Tapi DPMD kabur, Asda 1 sembunyi, Panitia 11 ngumpet, UNSIKA yang katanya kampus intelektual malah ikut bungkam. Kalau CAT-nya bersih kenapa takut hadir? Kalau tidak ada maladministrasi kenapa harus kabur?” geram Tim Kuasa Hukum Heri Sudaryanto & Panther di depan ruang RDP.

*BUPATI AEP SAEPULLOH DITUDING MANDUL, TUTUP MATA, TUTUP TELINGA!*

Amarah warga kini tidak lagi hanya ke Panitia 11 dan DPMD. Amarah itu naik satu level ke atas, kepada *BUPATI KARAWANG H. AEP SAEPULLOH.*

Warga Desa Duren dengan lantang menuding Bupati mandul dan membiarkan skandal ini berlarut-larut.

“Pak Bupati H. Aep Syaepulloh, ini warga Anda di Duren menjerit minta keadilan Pilkades! DPMD itu anak buah Anda! Asda 1 itu pembantu Anda! Tapi saat dipanggil DPRD mereka mangkir. Anda diam saja? Anda tutup mata tutup telinga? Kalau begini cara Pilkades dikelola, jangan salahkan warga jika menilai Pilkades Duren ini sudah diatur, sudah disetting, dan penuh rekayasa!”

Baca Juga  Hadiri KTT WWF ke 10, Presiden RI Tiba di Bali Disambut Pangdam Udayana

Warga menegaskan, jika Bupati terus diam, maka patut diduga ada pembiaran sistematis terhadap dugaan maladministrasi CAT yang dilakukan FISIP UNSIKA dan Panitia 11.

*TIGA TUNTUTAN KERAS WARGA DUREN:*

*1. PANGGIL DAN PERIKSA:* Mendesak Bupati Aep Saepulloh segera memanggil dan memberi sanksi tegas kepada Kepala DPMD dan Asda 1 karena mangkir dari panggilan resmi DPRD.

*2. BONGKAR NILAI CAT:* Mendesak FISIP UNSIKA membuka secara transparan server, soal, dan nilai CAT seluruh calon Kades Duren di hadapan publik dan Komisi I. Jangan jadi kampus yang jual stempel!

*3. TOLAK HASIL PILKADES CACAT HUKUM:* Jika RDP kedua mereka kembali mangkir, warga dan kuasa hukum akan membawa kasus ini ke *OMBUDSMAN RI, INSPEKTORAT, dan PTUN.* Pilkades Duren harus ditunda sampai maladministrasi ini tuntas.

Ketua DPC AKPersi Karawang menegaskan, ketidakhadiran 4 pihak ini justru menguatkan dugaan adanya masalah besar dalam CAT Pilkades Duren.

“Ini preseden buruk! RDP Komisi I dilecehkan. Kalau begini, untuk apa ada DPRD? Untuk apa ada DPMD? Hari ini kami catat, yang mangkir dari RDP Pilkades Duren adalah Asda 1, Kepala DPMD, Dekan FISIP UNSIKA, dan Panitia 11 Desa Duren. Rakyat Karawang yang menilai,” tegasnya.

Hingga berita ini dipublish, belum ada satu pun klarifikasi resmi dari pihak yang mangkir.(Red)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *