
KARAWANG – Dinamika politik internal Partai Golkar Kabupaten Karawang mulai mengerucut menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang. Abdul Aziz, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Abi Aziz, resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang periode 2026–2030, Sabtu (31/10/2026).
Penyerahan berkas yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang tersebut menjadi perhatian dalam tahapan penjaringan calon ketua. Hingga berita ini disusun, Abdul Aziz tercatat sebagai satu-satunya bakal calon yang telah mendaftarkan diri.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Abi Aziz untuk melaju sebagai calon tunggal dalam Musda XI. Namun, kepastian mengenai hal itu masih menunggu berakhirnya masa pendaftaran, proses verifikasi dan validasi persyaratan, serta keputusan forum Musda.
Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Abdul Aziz menegaskan bahwa dalam mekanisme demokrasi organisasi, setiap kader memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri maupun dicalonkan sebagai pemimpin partai.

Menurutnya, apabila pada akhirnya hanya terdapat satu calon yang ditetapkan, hal tersebut harus dimaknai sebagai bentuk kesepakatan bersama yang wajib dijawab dengan tanggung jawab besar.
“Semua punya hak dan juga punya hak dicalonkan dan mencalonkan. Jadi, normatifnya ketika misalkan hanya ada satu calon, artinya semua sudah bersepakat. Ketika sudah bersepakat, berarti saya harus mampu menjawab kesepakatan bersama itu,” ungkap Abdul Aziz.
Ia menegaskan, apabila diberikan amanah memimpin Partai Golkar Karawang untuk periode 2026–2030, dirinya akan mengedepankan strategi, kebersamaan, serta penguatan konsolidasi organisasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda kepartaian.
Bagi Abi Aziz, kepemimpinan bukan sekadar menduduki jabatan struktural, melainkan bagaimana membangun kekuatan kolektif seluruh kader agar tetap solid dan bergerak dalam satu arah.
“Menjawabnya dengan smart, kebersamaan, menjalankan roda organisasi, melaksanakan konsolidasi organisasi, bergandengan tangan. Hanya satu kata, menuju kemenangan 2029,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen Partai Golkar untuk mengutamakan persatuan, kebersamaan, dan soliditas organisasi. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi kunci penting dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, khususnya Pemilu 2029.
Abdul Aziz mengaku terpanggil untuk berkontribusi lebih besar terhadap partai sebagai bagian dari tanggung jawab seorang kader. Ia berharap dinamika yang muncul dalam proses Musda tetap disikapi secara dewasa melalui mekanisme musyawarah.
“Yang paling utama adalah kebersamaan, kemudian persatuan dan soliditas. Itu yang paling utama, karena merupakan kunci kemenangan pada pemilihan yang akan datang,” ujarnya.
Ia pun menyadari bahwa dinamika dan perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah proses musyawarah organisasi.
Panitia Musda XI: Berkas Abdul Aziz Dinyatakan Memenuhi Persyaratan Awal
Sementara itu, Ketua Pelaksana Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, Asep Ibe, didampingi jajaran Organizing Committee (OC), Steering Committee (SC), serta panitia pelaksana, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima berkas pendaftaran Abdul Aziz sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang periode 2026–2030.
Asep Ibe menjelaskan, secara administratif berkas yang diserahkan Abdul Aziz telah diterima panitia dan dinilai memenuhi persyaratan awal. Meski demikian, proses verifikasi dan validasi tetap harus dilakukan sesuai mekanisme organisasi.
“Secara kelengkapan berkas sudah kita terima. Menurut kita, berkasnya sudah memenuhi syarat. Namun, untuk proses verifikasi dan validasi akan dilakukan bersama-sama dengan tim dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat,” jelas Asep Ibe kepada awak media.
Ia menyebutkan, pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang dibuka hingga pukul 16.00 WIB pada Sabtu (31/10/2026).
Apabila hingga batas waktu tersebut tidak ada bakal calon lain yang mendaftarkan diri, Abdul Aziz berpotensi menjadi calon tunggal dalam Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang.
Kendati demikian, keputusan mengenai penetapan calon tetap mengacu pada tahapan dan ketentuan organisasi yang berlaku.
“Kalau sampai pukul 16.00 WIB tidak ada lagi yang mendaftar, secara otomatis Abdul Aziz menjadi calon tunggal. Kemungkinan bisa dilaksanakan secara aklamasi, tentunya dengan dukungan yang ada,” ungkapnya.
Didukung Kader dan Organisasi, Golkar Karawang Bidik Kebangkitan Politik
Asep Ibe turut memberikan apresiasi atas langkah Abdul Aziz yang dinilainya sebagai bentuk partisipasi dan keseriusan kader Partai Golkar dalam mengambil bagian pada proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
Ia juga menyinggung adanya dukungan dari sejumlah kader serta organisasi yang didirikan maupun didukung Partai Golkar. Dukungan tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam memperkuat soliditas internal partai.
Panitia berharap seluruh rangkaian Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang dapat berjalan lancar, demokratis, dan sukses tanpa mengabaikan aturan organisasi.
Lebih jauh, Musda XI diharapkan tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi dan kebangkitan Partai Golkar di Kabupaten Karawang.
Asep Ibe berharap, melalui kepemimpinan baru nantinya, Partai Golkar Karawang mampu kembali meraih kejayaan politik seperti masa kejayaannya sekitar dua dekade lalu, baik dalam kontestasi pemilihan kepala daerah maupun pemilihan legislatif.
“Harapan kami, Musda XI ini berjalan sukses. Setelah terpilih, Partai Golkar Kabupaten Karawang bisa jaya kembali seperti 20 tahun yang lalu, sukses dalam Pilkada maupun Pileg,” pungkasnya.
Dengan mengerucutnya proses penjaringan bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Karawang, perhatian kini tertuju pada penutupan pendaftaran, hasil verifikasi persyaratan, serta keputusan forum Musda XI.
Jika Abdul Aziz akhirnya ditetapkan sebagai calon tunggal dan memperoleh dukungan sesuai mekanisme organisasi, bukan tidak mungkin Musda XI akan menjadi momentum penentuan kepemimpinan melalui mekanisme aklamasi.
Namun, lebih dari sekadar siapa yang akan memimpin, tantangan terbesar Partai Golkar Karawang ke depan adalah memastikan konsolidasi berjalan menyeluruh, menjaga persatuan antarkader, serta membangun kekuatan politik yang solid untuk menghadapi Pemilu 2029.(Red)







