Sekretaris Forwatu Banten Kembangkan Kopi Leuit Baduy di Hari Bulan Bung Karno, Riswanto: Produk Lokal Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Sekretaris Forwatu Banten Kembangkan Kopi Leuit Baduy di Hari Bulan Bung Karno, Riswanto: Produk Lokal Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Spread the love

ElangmasNews.com |Lebak,Banten – Momentum peringatan Hari Bulan Bung Karno yang diperingati setiap bulan Juni dimaknai sebagai semangat membangun kemandirian bangsa melalui penguatan potensi lokal. Semangat tersebut diwujudkan oleh Sekretaris Umum Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten), Riswanto, melalui pengembangan produk unggulan daerah, Kopi Leuit Baduy.

Menurut Riswanto, pengembangan produk lokal merupakan salah satu bentuk nyata implementasi ajaran Bung Karno yang selalu menekankan pentingnya berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari) dalam bidang ekonomi maupun pembangunan bangsa.

“Di Hari Bulan Bung Karno ini, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Banten memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan. Kopi Leuit Baduy bukan hanya sekadar produk kopi, tetapi juga representasi budaya, identitas masyarakat adat, serta hasil kerja keras petani lokal yang patut dibanggakan,” ujar Riswanto, Sabtu (13/6/2026).

Sebagai pemilik sekaligus pengembang Kopi Leuit Baduy, Riswanto menjelaskan bahwa kopi tersebut berasal dari kawasan masyarakat adat Baduy yang selama ini dikenal menjaga kelestarian alam dan menerapkan pola pertanian tradisional secara turun-temurun.

Tanaman kopi tumbuh secara alami tanpa penggunaan pupuk kimia maupun pestisida sintetis. Proses pengolahan juga dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Keunggulan Kopi Leuit Baduy terletak pada keaslian proses budidaya dan pengolahannya. Ini menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak produk lain. Kami ingin menghadirkan kopi berkualitas tinggi sekaligus menjaga warisan budaya masyarakat Baduy,” katanya.

Nama “Leuit” sendiri diambil dari istilah lumbung padi dalam tradisi masyarakat Baduy yang melambangkan ketahanan pangan, kesejahteraan, dan keberlanjutan hidup masyarakat adat.

Saat ini, pengembangan Kopi Leuit Baduy terus dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, pembenahan kemasan, perluasan jaringan pemasaran, serta persiapan berbagai sertifikasi yang dibutuhkan agar produk mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga  SPPG Lebak Curugbitung Lebakasih 1 Salurkan Makanan Bergizi untuk KB Al-Wiqar, Dapat Apresiasi dari Penerima

Riswanto optimistis produk kopi asli Banten tersebut memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional apabila mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Saya yakin Kopi Leuit Baduy memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan kopi-kopi unggulan lainnya. Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi, promosi, dan dukungan bersama agar produk lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui perannya di Forwatu Banten, Riswanto juga berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal tanpa mengabaikan pelestarian budaya dan lingkungan.

Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak harus menghilangkan identitas budaya. Sebaliknya, budaya dan kearifan lokal justru dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan ekonomi modern.

“Kami ingin membuktikan bahwa pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan beriringan. Semangat Bung Karno tentang kemandirian bangsa kami wujudkan melalui dukungan terhadap produk-produk lokal yang lahir dari masyarakat sendiri,” pungkasnya.

Upaya pengembangan Kopi Leuit Baduy ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana organisasi masyarakat dan pelaku usaha lokal berkontribusi dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat perekonomian daerah menuju pasar yang lebih luas.

(Achmad)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *