Peresmian Balai Latihan Seni Silat dan Milad ke-3 PTBI Dihadiri Kapolri, Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia Gelar Perayaan

Peresmian Balai Latihan Seni Silat dan Milad ke-3 PTBI Dihadiri Kapolri, Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia Gelar Perayaan
Spread the love

ElangmasNews.com| Serang,Banten.— Suasana penuh nuansa budaya Banten mewarnai peresmian Balai Latihan Seni Silat Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Jumat (18/9/2026).

 

Balai latihan tersebut resmi diresmikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-3 Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia.

Kedatangan Kapolri bersama rombongan disambut dengan berbagai kesenian khas Banten. Rampak bedug hingga atraksi Debus turut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan sebelum kegiatan memasuki acara inti.

Prosesi penyambutan juga diwarnai penyematan sarung dan golok oleh pendiri PTBI kepada Kapolri. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Pasanggrahan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa.

Pertunjukan seni budaya Debus kemudian menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, jajaran pejabat Polri, pemerintah daerah, pengurus PTBI, para pendekar serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa keberadaan Balai Latihan Seni Silat PTBI diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menjaga warisan budaya masyarakat Banten.

Menurut Sigit, seni silat Tjimande dan Debus merupakan kekayaan budaya yang perlu terus dirawat dan dikembangkan.

“Balai latihan bersama seni budaya ini untuk terus bisa menjaga warisan seni budaya yang dimiliki masyarakat Banten, khususnya terkait dengan silat khas Tjimande dan juga seni budaya Debus,” ujar Sigit.

Kapolri berharap pengembangan seni budaya tersebut tidak berhenti pada tingkat daerah, tetapi dapat terus berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Harapan kita, silat Tjimande dan seni budaya Debus pun juga dikenal tidak hanya di nasional, namun sampai juga di internasional,” katanya.

Baca Juga  Prestasi Gemilang! Putri Ketiga Johan Simarmata dan dr. Sri Ramayani Raih Juara 1, Bukti Kerja Keras dan Semangat Belajar Tak Pernah Mengkhianati Hasil

Untuk mencapai hal tersebut, Sigit menekankan pentingnya kerja sama antara seluruh perguruan silat dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap seni budaya Banten.

Tidak hanya berbicara mengenai pelestarian budaya, Kapolri juga mendorong agar keberadaan padepokan Tjimande diperluas di wilayah Banten.

Ia meminta agar setiap kabupaten di Banten dapat memiliki padepokan atau tempat serupa yang dapat menjadi pusat pembelajaran, pembinaan dan pelestarian budaya.

“Ke depan, masing-masing kabupaten agar didirikan padepokan supaya Tjimande terus berkembang dan menghasilkan para pendekar yang memiliki kemampuan bela diri, melindungi yang lemah, serta bekerja sama dengan Polri untuk membantu menjaga kamtibmas,” ujar Sigit.

Kapolri juga menekankan pentingnya disiplin, pengendalian diri, persaudaraan dan tanggung jawab dalam pembinaan para pesilat.

Kemampuan bela diri, kata dia, bukan untuk mencari lawan atau menunjukkan kekuatan, tetapi harus diarahkan untuk menjaga diri, membantu masyarakat dan menciptakan ketertiban.

Balai latihan yang baru diresmikan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat latihan bagi satu kelompok atau perguruan tertentu.

Kapolri menyampaikan bahwa tempat tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai perguruan silat dan masyarakat untuk kegiatan seni budaya serta kearifan lokal.

“Semua perguruan boleh menggunakan tempat ini. Dan juga masyarakat pun juga boleh menggunakan, termasuk juga berbagai macam kearifan lokal seni budaya yang ada,” kata Sigit.

Hal tersebut sekaligus mempertegas fungsi balai latihan sebagai ruang bersama untuk pengembangan seni budaya Banten.

Rangkaian acara juga diisi dengan pemberian santunan secara simbolis kepada anak yatim dan dhuafa oleh Kapolri, Gubernur Banten dan pendiri PTBI.

Setelah agenda santunan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama Kapolri dan para tamu VIP.

Puncak kegiatan kemudian ditandai dengan peresmian Balai Latihan Seni Silat Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia melalui penandatanganan prasasti dan gunting pita, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas balai latihan.

Baca Juga  Tim Relawan Ypn Membantu Evakuasi Bpk Zamhari Ke Rumah Sakit Muhammad Husein Palembang

Pendiri PTBI H. Tb. Mulyana menyampaikan bahwa keberadaan Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia tidak hanya diarahkan sebagai tempat latihan seni silat.

Kawasan tersebut juga dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk kegiatan santunan anak yatim yang telah dilakukan secara rutin.

Peresmian Balai Latihan Seni Silat PTBI menjadi salah satu momentum penguatan pelestarian seni budaya Banten.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan ruang pembinaan seperti ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan seni silat Tjimande agar tetap dikenal dan dipelajari generasi muda.

Gubernur Banten Andra Soni juga menyampaikan bahwa silat Tjimande bukan semata-mata seni bela diri, tetapi memiliki nilai pendidikan karakter, moral, spiritual dan kebersamaan.

Peresmian tersebut akhirnya ditutup dengan peninjauan lokasi oleh Kapolri bersama sejumlah pejabat dan tamu undangan.

Dari Walantaka, Kota Serang, semangat yang terlihat bukan sekadar peresmian sebuah balai latihan. Lebih dari itu, Tjimande dan kesenian tradisional Banten kembali mendapat ruang untuk terus dipelajari, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tim


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *