LSM ELANG MAS Tapanuli Tengah Keluhkan Debu Proyek Jalan Lintas Sibolga–Tarutung Dikeluhkan Warga, Pemerintah diminta Turun Tangan

LSM ELANG MAS Tapanuli Tengah Keluhkan Debu Proyek Jalan Lintas Sibolga–Tarutung Dikeluhkan Warga, Pemerintah diminta Turun Tangan
Spread the love

LSM ELANG MAS Tapanuli Tengah Keluhkan Debu Proyek Jalan Lintas Sibolga–Tarutung Dikeluhkan Warga, Pemerintah diminta Turun Tangan

Tapanuli Tengah, Elangmasnews.com – 28 Agustus 2026 — Aktivitas pembangunan jalan lintas Sibolga–Tarutung di kawasan Jalan Rampa, Desa Tapian Nauli 4, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mendapat sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Elemen pejuang Masyarakat (LSM ELANG MAS) Tapanuli Tengah.

LSM ELANG MAS menilai aktivitas pekerjaan proyek tersebut menimbulkan debu cukup tebal yang beterbangan di sepanjang ruas jalan dan dikeluhkan masyarakat sekitar. Kondisi tersebut disebut mengganggu kenyamanan warga serta berpotensi berdampak terhadap kualitas udara dan lingkungan di sekitar lokasi pekerjaan.

Sorotan itu disampaikan Roi Sandi Pandiangan, Wakil Ketua Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Hidup DPC LSM ELANG MAS Tapanuli Tengah (Tapteng).

Roi mengatakan, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang jalur pembangunan merasa resah dengan kondisi jalan yang berdebu, khususnya ketika kendaraan melintas dan cuaca dalam keadaan kering.

“Masyarakat sangat resah akibat debu yang begitu tebal. Debu beterbangan di sepanjang jalan dan sangat mengganggu masyarakat sekitar. Kami meminta persoalan ini menjadi perhatian serius pihak pelaksana dan pemerintah,” ujar Roi.

Menurutnya, pihak pelaksana pekerjaan, yang disebut PP-KMP KSO, perlu melakukan langkah pengendalian debu secara rutin, salah satunya melalui penyiraman badan jalan.

Roi menyayangkan apabila aktivitas pembangunan terus berjalan tanpa pengendalian debu yang memadai. Ia menilai pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas proyek.

“Kami mempertanyakan pengendalian debu di lokasi pekerjaan. Seharusnya dilakukan penyiraman secara rutin, terutama pada bagian jalan yang kondisinya berdebu. Jangan sampai masyarakat harus menanggung dampak lingkungan akibat aktivitas pembangunan,” katanya.

Baca Juga  Wujudkan pemilu 2024 yang damai, aman dan sejuk, Bhabinkamtibmas bantu warga disabilitas ke lokasi TPS

LSM ELANG MAS juga meminta pemerintah dan instansi terkait melakukan pengawasan langsung terhadap kondisi di lapangan. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan jalan tetap memperhatikan ketentuan terkait keselamatan, kesehatan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan.

Roi menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan jalan lintas Sibolga–Tarutung merupakan bagian penting dari peningkatan konektivitas dan perekonomian masyarakat. Namun, pembangunan tersebut harus dilaksanakan dengan memperhatikan dampak terhadap masyarakat di sekitar proyek.

“Kami mendukung pembangunan infrastruktur. Tetapi pembangunan harus berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat dan lingkungan. Kalau debu tidak dikendalikan, pemerintah perlu segera turun tangan dan meminta pelaksana melakukan perbaikan,” tegas Roi.

Ia juga meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui instansi yang berwenang untuk mengevaluasi kondisi tersebut dan memastikan kewajiban pengendalian dampak lingkungan dilaksanakan oleh pihak pelaksana.

LSM ELANG MAS menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyampaikan aspirasi masyarakat apabila keluhan mengenai debu dan dampak lingkungan masih berlanjut.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PP-KMP KSO mengenai keluhan masyarakat dan sorotan LSM ELANG MAS tersebut.

Tim/Red


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *