Karawang,— Elangmasnews.com,- Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Wadas mulai menunjukkan persaingan yang semakin terbuka. Mashudi Atau alias Budi Georn resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Wadas pada Rabu, 9 September 2026, dengan diantar rombongan masyarakat dari kawasan Karaba Indah.
Rombongan berangkat dari kediaman Budi Georn di Perumahan Karaba Indah menuju Kantor Desa Wadas di dampingi istri serta putra pertamanya. Kehadiran rombongan tersebut menjadi bentuk dukungan dan doa masyarakat Karaba terhadap pencalonan Budi dalam kontestasi kepemimpinan Desa Wadas.
Setibanya di Kantor Desa Wadas, rombongan disambut langsung Kepala Desa Wadas, Jujun, bersama Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa di depan aula desa.
Namun, proses pendaftaran Budi Georn masih menyisakan persoalan administratif. Salah satu dokumen persyaratan yang disebut belum diterima adalah surat dari pengadilan.
Budi menjelaskan, dokumen tersebut belum diterimanya karena adanya kendala pada sistem di pihak pengadilan. Ia mengaku persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan panitia pemilihan dan akan ditindaklanjuti bersama pihak terkait.
“Permasalahan ini sudah kami koordinasikan dengan panitia. Nanti akan kami koordinasikan juga ke pengadilan karena memang bukan hanya saya, ada sekitar separuh desa yang sama-sama belum menerima surat tersebut,” kata Budi Georn.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kelengkapan administrasi masih menjadi bagian yang harus dituntaskan dalam tahapan pencalonannya. Status akhir kelengkapan persyaratan tetap berada pada proses verifikasi dan ketentuan panitia pemilihan.
Di balik persoalan administrasi tersebut, Budi menegaskan bahwa pencalonannya tidak semata-mata berangkat dari kepentingan pribadi. Ia menyebut pencalonannya merupakan dorongan masyarakat sekaligus bentuk keinginannya untuk mengabdikan diri bagi Desa Wadas.
Budi membawa sejumlah agenda yang menurutnya perlu menjadi perhatian apabila mendapat kepercayaan masyarakat. Tiga bidang yang ia soroti adalah perekonomian, infrastruktur, serta pendidikan dan kebudayaan.
Menurut Budi, sektor ekonomi perlu didorong agar masyarakat memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang. Sementara pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kebudayaan dinilai menjadi bagian penting dari upaya mendorong kemajuan desa secara menyeluruh.
“Ini adalah aspirasi dari masyarakat. Kalau untuk pribadi, insyaallah sudah cukup. Kami ingin mengabdikan diri kepada masyarakat supaya masyarakat desa ini bisa lebih maju,” ujarnya.
Tak hanya berbicara mengenai program, Budi juga menyoroti pentingnya menjaga suasana selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung. Ia berharap persaingan antarkandidat tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga kondusivitas agar proses pemilihan dapat berlangsung aman, tertib, dan demokratis.
“Harapannya pemilihan berjalan lancar, tidak ada masalah apa pun. Kami melihat ada lima calon yang sudah mendaftar. Mudah-mudahan teman-teman semua bisa menjaga kondusivitas supaya pemilihan Kepala Desa Wadas berjalan dengan baik,” katanya.
Dengan masuknya Budi Georn dalam bursa pencalonan, persaingan menuju kursi Kepala Desa Wadas semakin menarik untuk dicermati. Berdasarkan keterangan Budi, lima calon telah mendaftarkan diri dalam proses tersebut.
Kini, perhatian tidak hanya tertuju pada jumlah kandidat dan dukungan masyarakat, tetapi juga pada proses verifikasi administrasi, visi-misi, serta kemampuan masing-masing calon mempertahankan suasana demokrasi yang kondusif.
Pendaftaran Budi Georn menjadi salah satu bagian dari dinamika politik desa yang akan menentukan siapa yang nantinya memperoleh mandat masyarakat untuk memimpin Desa Wadas.
Tahapan berikutnya akan menjadi penting: apakah seluruh persyaratan para kandidat dinyatakan lengkap dan memenuhi ketentuan, serta bagaimana masing-masing calon menerjemahkan dukungan masyarakat menjadi gagasan konkret untuk pembangunan Desa Wadas.Versi ini dibuat lebih tajam tetapi tidak menghakimi, terutama dengan membedakan antara pernyataan Budi dan fakta yang masih harus diverifikasi panitia, sehingga lebih aman untuk dipublikasikan sebagai berita.(Red)











