Pers Bebas, Demokrasi Waras: Refleksi Hari Pers Sedunia 3 Mei

Pers Bebas, Demokrasi Waras: Refleksi Hari Pers Sedunia 3 Mei
Spread the love

ElangMasNews.Com, Hari ini, 3 Mei 2026, dunia kembali memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia. Tanggal ini bukan seremoni tahunan biasa. Ia lahir dari Deklarasi Windhoek 1991 sebagai pengingat bahwa pers yang bebas, independen, dan plural adalah napas demokrasi.

Opini :

Kalau nikah butuh resepsi biar publik tahu, maka kebebasan pers butuh “resepsi” tiap hari: ruang publik yang sehat. Masalahnya, banyak yang cuma mau pesta nikahnya, tapi enggan ngurus rumah tangganya. Sama dengan kebebasan pers — semua setuju di pidato, tapi giliran dikritik langsung bentrok.

1. *Pers bukan musuh, tapi cermin*
Institusi yang selalu mau bentrok dengan pers biasanya lupa: wartawan bukan tukang pukul, tapi tukang cermin. Kalau wajah birokrasi kusut, jangan salahkan cerminnya. Pecahkan cermin tak bikin wajah jadi mulus. Yang ada, kita tak tahu lagi seberapa parah kerusakannya.

2. *Kebebasan pers = hak publik tahu*
Wartawan itu seperti rumah di tengah sawah. Kalau kelilingnya bening, sawah subur, kebun terawat, semua orang bisa lihat dan ikut jaga. Tapi kalau kelilingnya ditutup pagar tinggi, yang tumbuh cuma kecurigaan. Pers yang ditutup-tutupi bikin publik cuma bisa nebak. Dan tebakan publik biasanya lebih liar dari fakta.

3. *Ancaman hari ini bukan cuma sensor, tapi distorsi*
Dulu musuh pers cuma breidel dan penjara. Sekarang tambahannya: hoaks, buzzer, algoritma, dan “kue patok” — manis di luar, jebakan di dalam. Disinformasi bikin orang bingung bedain fakta dan opini. Padahal tugas pers justru memisahkan keduanya seterang sawah dengan pematangnya.

4. *Hormati pers = tiru yang baik*
Lihat daerah yang persnya kuat: sengketa cepat selesai, anggaran lebih transparan, pejabat mikir dua kali sebelum main-main. Harusnya kita tiru juga. Bukan tiru gaya “bangun rumah bagus”, tapi tiru cara “bangun ekosistem sehat” — wartawan dilindungi, data dibuka, kritik didengar.

Baca Juga  Keluarga Besar Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Ucapkan Selamat Idulfitri 1446 H

Hari pers Sedunia bukan hari libur wartawan. Ini hari tagihan untuk kita semua. Pers sudah kerja ngasih tahu. Giliran publik dan negara: mau dengar atau mau bentrok terus?

Kalau mau demokrasi waras, jangan cuma resepsi pas nikah. Pas “cerai” dengan kebiasaan lama — korupsi, tutup data, anti kritik — juga harus diumumkan. Biar semua tahu: kita sedang berubah.

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia. Jangan biarkan pers jalan sendiri. Karena kalau pers mati, yang pertama kehilangan suara bukan wartawan. Tapi kita semua.

Pewarta:( .M.Tohir)
(EMN.TIM/ RED).


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *