ANGGOTA BPK RI MENINGGAL DUNIA DIDUGA AKIBAT KEBAKARAN , BUDI RIZKIYANTO DESAK KAPOLRI INVESTIGASI TUNTAS “Harus Dibedah: Kebakaran Murni Musibah atau Ada Unsur Pidana”

ANGGOTA BPK RI MENINGGAL DUNIA DIDUGA AKIBAT KEBAKARAN , BUDI RIZKIYANTO DESAK KAPOLRI INVESTIGASI TUNTAS   “Harus Dibedah: Kebakaran Murni Musibah atau Ada Unsur Pidana”
Spread the love

ElangMasNews.Com, PALEMBANG – Penggiat Kontrol Sosial, Budi Rizkiyanto, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan investigasi menyeluruh atas dugaan meninggalnya anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang informasinya terkait peristiwa kebakaran rumah.

“Kami berduka cita mendalam. Tapi duka tidak cukup. Karena ini menyangkut nyawa anggota lembaga tinggi negara pengawas keuangan, Kapolri wajib pastikan penyebab kematiannya dibedah tuntas. Apakah ini musibah murni, kelalaian, atau diduga ada unsur kesengajaan,” tegas Budi, Kamis (9/5/2026).

Budi menekankan, ketika korban adalah aparat pengawas keuangan negara, proses penyelidikan tidak boleh dianggap kebakaran biasa. Harus ada pendalaman khusus dari Puslabfor Polri dan Bareskrim.

“Kita minta Kapolri: Pertama, libatkan Puslabfor untuk pastikan titik api dan penyebab kebakaran secara ilmiah. Kedua, periksa apakah almarhum/almarhumah sedang menangani audit sensitif yang diduga merugikan pihak tertentu. Ketiga, amankan semua dokumen dan perangkat kerja korban. Jangan sampai ada barang bukti hilang,” ujar Budi.

Alasan Kasus Ini Tidak Bisa Dianggap Enteng

Aspek Kelembagaan BPK adalah benteng terakhir akuntabilitas APBN/APBD. Ancaman terhadap anggotanya adalah ancaman terhadap sistem pengawasan negara.
Aspek Pencegahan Jika diduga ada kaitan antara tugas audit dengan peristiwa ini, maka semua auditor di Indonesia dalam bahaya. Negara harus kasih perlindungan maksimal.
Aspek Kepercayaan Publik Rakyat butuh kepastian. Klarifikasi resmi dari Polri akan hentikan spekulasi liar yang bisa merusak citra BPK dan penegakan hukum.

Budi Rizkiyanto juga meminta Pimpinan BPK RI proaktif membuka informasi terkait penugasan terakhir almarhum. *“Transparansi bukan buka aib. Transparansi justru melindungi institusi BPK. Sampaikan ke publik: almarhum audit di mana, temuan apa yang sedang dikejar. Biar tidak ada fitnah,” tambahnya.

Baca Juga  Ketua Ormas JPKP, Dukung Usulan DPRD Kabupaten Empat Lawang dalam Pengajuan Nama Calon PJ Bupati

Ia menegaskan, desakan ini bukan bentuk prasangka, melainkan penerapan asas kehati-hatian. “Kita kedepankan asas praduga tak bersalah. Tapi kita juga minta asas investigasi tuntas dijalankan. Nyawa anggota BPK sama berharganya dengan nyawa rakyat,” tutup Budi.

Hingga rilis ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri maupun BPK RI terkait identitas korban, kronologi kebakaran, dan penyebab kematian.

Pewarta:( M.Tohir).
Sumber berita: ( BRY).
(EMN.TIM/RED).


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *