MGMP PAI SMP OKU Gelar Pembinaan Awal Tahun Ajaran 2026/2027, Tingkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam

MGMP PAI SMP OKU Gelar Pembinaan Awal Tahun Ajaran 2026/2027, Tingkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam
Spread the love

Elangmasnews.com, Kedaton Peninjauan Raya, OKU – Dalam rangka menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar kegiatan Pembinaan Awal Tahun Ajaran, Sabtu (25/7/2026), bertempat di SMP Negeri 15 OKU, Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR).

Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMP yang berasal dari wilayah Kecamatan Peninjauan, Kecamatan Sinar Peninjauan, dan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya. Pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi dan profesionalisme guru PAI dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

Ketua MGMP PAI SMP OKU, Arena Aswari, S.Ag., mengatakan bahwa kegiatan pembinaan ini menjadi agenda penting pada awal tahun pelajaran sebagai upaya menyegarkan kembali semangat pengabdian para guru dalam mendidik generasi muda.

Menurutnya, forum MGMP bukan hanya menjadi wadah silaturahmi antarpendidik, tetapi juga sarana berbagi pengalaman, memperkaya wawasan, serta meningkatkan kemampuan pedagogik agar proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam semakin efektif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kami untuk saling belajar dan memperkuat kemampuan pedagogik agar pembelajaran agama lebih bermakna bagi siswa,” ujar Arena Aswari.

Pada kesempatan tersebut, materi pembinaan disampaikan oleh Pengawas sekaligus Pembina Guru PAI Kementerian Agama Kabupaten OKU, Hj. Darmini, M.Pd.I. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa guru PAI harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia.

Menurut Hj. Darmini, guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis sebagai teladan bagi peserta didik, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru dituntut terus berinovasi agar materi yang disampaikan tetap relevan dengan kebutuhan dan perkembangan generasi saat ini.

Baca Juga  Putusan MA Final, NV Hadji Kalla Kalah: Sengketa Lahan 16 Hektare di Tanjung Bunga Memanas, Bentrokan Pecah di Lokasi

“Guru PAI harus mampu menjadi teladan, tidak hanya dalam pengajaran, tetapi juga dalam sikap dan inovasi. Pembelajaran agama harus relevan dengan kehidupan anak-anak hari ini,” jelasnya.

Selain itu, Hj. Darmini juga mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Menurutnya, pengabdian yang dilandasi keikhlasan akan menjadi amal ibadah dan memperoleh pahala di sisi Allah SWT.

Dalam sesi pembinaan, beliau juga menjelaskan mekanisme pemenuhan beban kerja guru PAI, khususnya bagi guru yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memiliki sertifikat pendidik. Ia berharap pembagian jam mengajar dilakukan melalui musyawarah antar guru PAI agar berlangsung adil dan tidak merugikan hak guru dalam memenuhi persyaratan pencairan tunjangan sertifikasi.

Hj. Darmini menjelaskan bahwa guru PAI di sekolah induk minimal mengajar 6 jam pelajaran PAI ditambah 6 jam BTQ. Selanjutnya, apabila memiliki tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah, Kepala Laboratorium PAI, atau Kepala Perpustakaan PAI dengan beban 12 jam pelajaran, maka keseluruhan beban kerja mencapai 24 jam pelajaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara bagi guru PAI yang tidak memiliki tugas tambahan tersebut, pemenuhan beban kerja dapat dilakukan dengan mengajar 12 jam pelajaran PAI, ditambah 6 jam BTQ, 4 jam sebagai Wali Kelas, dan 2 jam sebagai Pembina Ekstrakurikuler sehingga total beban kerja tetap mencapai 24 jam pelajaran. Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan seluruh guru PAI semakin profesional, solid, dan mampu memberikan pendidikan agama yang berkualitas demi mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta berkarakter Islami.

Pewarta:( M.Tohir).
Sumber berita(Rh)
(EMN.TIM).


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *