Kredit Macet Miliaran BDL Cair Berdekatan Momen Pilkada Lamongan

Kredit Macet Miliaran BDL Cair Berdekatan Momen Pilkada Lamongan
Spread the love

ElangmasNews.com, LAMONGAN — Dugaan skandal kredit macet di Bank Daerah Lamongan (BDL) kini menggelinding bak bola salju dan menjadi buah bibir di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kaum elite hingga warga pedalaman di warung-warung kopi.

Kasus ini mencuat ke publik setelah aktivis Jaringan Masyarakat Lamongan menggelar audiensi bersama Komisi B DPRD Lamongan beserta jajaran direksi dan pengawas BDL pada Jumat, 3 Juli 2026. Dalam forum tersebut, terdapat statemen menafik dari aktivis Jaringan Masyarakat Lamongan, Khoirul Huda, membongkar kejanggalan besar terkait proses pencairan dana miliaran rupiah yang menabrak aturan perbankan.

“Soal kredit macet, ini ada yang tahun 2024 kreditnya macet, tapi tahun 2025 cair lagi 2 kali, dan nominalnya miliaran rupiah. Ini aneh gak sih? Masa perlu saya sebut namanya, dan mesti cairnya itu dekat pil-pilan (Pilkada),” ujar Khoirul Huda memicu perhatian peserta audiensi.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh awak media, Huda membeberkan rincian data mengenai satu nama debitur yang memiliki tiga rekam jejak kredit macet sekaligus. Oknum debitur tersebut diduga kuat merupakan salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan yang juga dikenal sebagai orang dekat orang nomor satu di Lamongan.

“Kami punya datanya, bahwa memang terdapat satu nama yang mencairkan kredit pada tanggal 19 Agustus 2024 senilai Rp3,2 miliar, namun kreditnya macet. Kemudian pada tanggal 13 Februari 2025 mencairkan lagi senilai Rp2 miliar, dan di hari yang sama cair lagi Rp3,25 miliar,” ungkap Huda secara gamblang.

Jaringan Masyarakat Lamongan menilai manajemen risiko dan kepatuhan BDL sangat tebang pilih dan tidak wajar dalam meloloskan dana pinjaman tersebut.

“Bukankah ini aneh? Yang pertama, ketika debitur sudah punya kredit macet, harusnya tidak diberi kredit lagi. Yang kedua, dalam satu hari kok bisa debitur mencairkan dua kredit secara langsung? Harusnya pihak BDL bisa menjelaskan tentang ini,” tegas Huda mempertanyakan kredibilitas sistem operasional bank.

Baca Juga  Masyarakat Tanjung Pura Desak Bupati Langkat Copot Direktur RSU Tanjung Pura

Aktivis Jaringan Masyarakat Lamongan menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka berkomitmen akan terus mengawal perkembangan kasus kredit macet di Bank Daerah Lamongan ini hingga tuntas dan transparan dihadapan publik.

(Bella)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *