DR. (C) ADV. RIKHA PERMATASARI : Lebih Baik Mundur dengan Kehormatan, Daripada Bertahan di Atas Kebohongan: Prinsip Tegas Penegak Keadilan
Oleh: Dr. (c) TNI AD Purn. Adv. Rikha Permatasari, S.H.,M.H.,C.Med.,C.LO.,C.PIM.
Jawa Timur, Elangmasnews.com – Jiwa dan raga, tulus ikhlas kuserahkan sepenuhnya dalam perjuangan menegakkan keadilan di tengah masyarakat. Maju terus dan pantang menyerah menjadi prinsip yang kupegang teguh, meski badai menghantam dengan keras dan jalan perjuangan yang kutempuh penuh rintangan tajam serta ujian yang tak terduga. Aku akan tetap berdiri kokoh di garda terdepan, menjaga setiap jengkal langkah dan tidak akan menyimpang sedikit pun demi tegaknya kebenaran dan keadilan yang sesungguhnya, adil bagi semua pihak tanpa pandang bulu.
Namun di tengah tekad yang bulat dan niat yang tulus itu, aku juga sangat paham kapan saatnya harus berhenti dan memilih mundur dengan kepala tetap tegak serta kehormatan yang terjaga. Aku akan melangkah pergi dengan tegas ketika sebuah perjuangan telah kehilangan kejujuran sebagai fondasi utamanya; ketika kebenaran yang nyata dan fakta yang terbukti jelas perlahan digantikan oleh tipu daya, muslihat licik, serta rekayasa keadaan; ketika kebenaran dikalahkan oleh sandiwara kepentingan pribadi maupun kelompok yang mengesampingkan hak orang lain.
Sebab bagiku, perjuangan yang mulia bukan sekadar hitungan soal menang atau kalah semata, bukan pula sekadar pencapaian target atau posisi tertentu. Perjuangan sejati adalah tentang keberanian untuk tetap berdiri teguh di pihak yang benar, serta memegang teguh prinsip tanpa harus mengorbankan hati nurani dan integritas diri yang telah dijaga dan kupertahankan seumur hidup sebagai pegangan hidup.
Aku siap menghadapi badai terhebat sekalipun, menanggung segala risiko dan berkorban apa pun demi membela kebenaran yang hakiki. Namun aku tidak akan pernah mau menjadi bagian, sekecil apa pun, dari perjuangan yang dibangun di atas tumpukan kebohongan, rekayasa, dan ketidakadilan. Lebih baik mundur dengan kehormatan yang utuh dan hati yang tenang, daripada bertahan terus dalam perjuangan yang telah lama kehilangan arah, memutarbalikkan fakta, dan menjauhi nilai-nilai kebenaran.
Pantang menyerah demi keadilan yang sejati dan berpihak pada kebenaran. Pantang menggadaikan integritas, hati nurani, serta prinsip hidup hanya demi mengejar kemenangan sesaat yang pada akhirnya akan merugikan banyak pihak dan menghancurkan kepercayaan yang telah dibangun.
Keadilan sejati tidak akan pernah lahir dari kebohongan, dan kemenangan yang didapatkan dengan cara yang tidak jujur hanyalah kemenangan semu yang kelak akan menghancurkan siapa saja yang terlibat di dalamnya. (Red)











