Diduga ada Belatung Pada Menu MBG SPPG Lopang 2
LAMONGAN – elangmasnews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi siswa kembali menuai sorotan tajam di Kabupaten Lamongan. Kali ini, Media elangmasnews.com mendapatkan keterangan dari seorang siswa dan orangtua siswa penerima MBG yang sangat mengejutkan.
Yang mana seorang Siwa menjelaskan, bahwa dirinya mendapatkan belatung hidup dalam paket makanan siswa, hal ini dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Kembangbahu.
Peristiwa tersebut juga diungkapkan oleh salah seorang wali murid dari sebuah lembaga pendidikan di bawah naungan YPP Al Munawwaroh Kembangbahu. Berdasarkan cerita sang anak, temuan ini pertama kali diketahui saat paket makanan dibagikan di sekolah.
Sang anak pun menceritakan kronologi temuan belatung tersebut, menurutnya berawal saat seorang siswa menyadari adanya gerakan belatung di dalam ompreng makanannya lalu melapor ke guru. Guru yang bertugas segera memeriksa wadah tersebut dan membenarkan adanya belatung.
Masih menurut siswa, bahwa saat guru membelah pentol bakso yang menjadi salah satu menu, ditemukan belatung yang masih hidup di bagian dalam. Pihak lembaga langsung mengambil sikap tegas dengan mengembalikan seluruh paket makanan tersebut kepada pihak penyedia.
Diketahui, penyedia komoditas Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lopang 2.
Informasi mengenai kejadian ini juga dikonfirmasi oleh wali murid lainnya yang mengaku menyimpan bukti berupa foto dan rekaman video kejadian penemuan belatung tersebut.
Hingga saat ini, insiden tersebut dilaporkan sudah berlalu lebih dari satu minggu. Namun, minimnya keterbukaan dari pihak terkait memicu kekecewaan mendalam bagi para orang tua murid.
“Yang membuat saya kecewa, kejadian ini sudah lebih dari satu minggu, tapi tidak ada informasi apa pun tentang temuan tersebut. Kita tidak tahu apakah sudah ada teguran atau tindakan kepada SPPG penyedia menu MBG tersebut atau tidak,” ungkap salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dampak dari kejadian ini, para orang tua kini mengaku kepada awak Media merasa cemas dan dilema untuk mengizinkan anak-anak mereka mengonsumsi fasilitas makanan dari sekolah lagi.
Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi total dan memberikan sanksi tegas kepada pihak penyedia jasa yang dinilai lalai dalam menjaga higienitas makanan anak-anak.
(Bella)











