Masyarakat Kabupaten Nias Selatan Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan Ruas Jalan Nasional dari Kementerian PU TA 2025 Rp10,9 Miliar

Masyarakat Kabupaten Nias Selatan Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan Ruas Jalan Nasional dari Kementerian PU TA 2025 Rp10,9 Miliar
Spread the love

ElangmasNews.com, Nias Selatan – Anggaran Preservasi/Pmeliharaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Sumatera Utara di ruas jalan Kota Gunungsitoli menuju Telukdalam (Kabupaten Nias Selatan) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang berasal dari APBN TA 2025 berjumlah Rp 10.927.343.000,- kini kembali menuai sorotan dari kalangan masyarakat Kabupaten Nias Selatan.

Beberapa nama paket anggaran yang dimaksud, antara lain:
1. Preservasi Jalan Yos Sudarso (Gunungsitoli) – Bts. Kota Gunungsitoli – Tetehosi – Lahusa – Telukdalam sebesar Rp 5.225.808.000,- dengan volume pekerjaan sepanjang 85,51 KM.
2. Preservasi Jalan Yos Sudarso (Gunungsitoli) – Bts. Kota Gunungsitoli – Tetehosi – Lahusa – Telukdalam sebesar Rp 5.701.535.000,- dengan volume pekerjaan sepanjang 26,1 KM.

Ketika dikonfirmasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi Sumatera Utara melalui Theofilus Ginting, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 dalam proyek itu, menjelaskan bahwa anggaran 14.6 miliar tersebut telah terealisasi seratus persen.

“Sudah terlaksana 100%,” ungkap Theofilus dengan singkat melalui via chat whatsapp pada Selasa (02/06/2025).

Pasalnya, di ruas jalan nasional Telukdalam (Nias Selatan), masih terpantau ada beberapa titik ruas jalan yang masih berlubang. Seperti di sekitar ruas jalan dekat Simpang Lima atau di pusat Ibu Kota Kabupaten Nias Selatan, tepatnya di depan Kantor Primer Koperasi Kepolisian RI (Primkoppol) Resor Nias Selatan dan ada juga di sekitar depan Mesjid Jami Al Taqwa Pasar Teluk Dalam di Jalan Diponegoro.

Bukan hanya itu, jalan berlubang tersebut juga berada di lokasi pintu gerbang keluar masuk Kantor Kejaksaan Negeri Nias Selatan di Jalan Diponegoro.

Baca Juga  Ketua DPC LSM ELANG MAS Jakarta Timur Kecam Ekploitasi Anak

Namun, di salah satu pemberitaan media online pada tanggal 09 Mei 2026 lalu dengan judul berita “Jalan Diponegoro Telukdalam Mulai Mulus, Lubang di Area Simpang Lima Kini Ditambal.” Mirisnya, pada pemberitaan tersebut setelah di kroscek di lapangan, ternyata masih ada banyak jalan yang masih belum mulus di Jalan Diponegoro Kecamatan Telukdalam sebelum Simpang Lima Telukdalam, tepatnya di depan KantorPrimer Koperasi Kepolisian RI (Primkoppol) Resor Nias Selatan. Apakah ini bukan pembohongan kepada publik?

Terkait ruas jalan yang masih berlubang di Jalan Diponegoro, Theofilus menjelaskan bahwa anggaran preservasi/pemeliharaan pada TA 2025 itu masih belum cukup untuk membiayai pemeliharaan jalan dari Gunungsitoli-Telukdalam sepanjang 110 KM.

“Pagu Anggaran 2025 tidaklah cukup utk memelihara jalan sepanjang 110 km dari Gusit s.d T.Dalam,” terang Theofilus melalui via chat whatsapp.

Theofilus menjelaskan bahwa anggaran sebesar itu lebih diprioritaskan ke ruas jalan Gunungsitoli menuju Bandara Binaka, sementara ruas jalan Binaka menuju Telukdalam hanya secukupnya saja dari anggaran tersebut.

“Maaf bg, penanganan nya spot spot menyebar di setiap ruas jalan dari Gusit ke T. Dalam, berupa patching penambalan lubang. Terlalu banyak STA nya utk disebutkan. Karena anggaran nya kecil di TA.2025, mk fokus penanganan diprioritaskn ke ruas Gusit-Bandara Binaka, dan selebihnya memelihara jalan dari Binaka-Teluk Dalam secukup anggaran nya saja,” jelas Theofilus.

Dari keterangan Theofilus, sudah jelas bahwa untuk biaya pemeliharaan dari ruas jalan Gunungsitoli menuju Bandara Binaka, Kementrian Pekerjaan Umum (PU) mengeluarkan anggaran sebesar Rp 5,7 Miliar dengan volume pekerjaan sepanjang 26,1 KM dari Gunungsitoli-Bandara Binaka.

Sementara untuk anggaran lainnya sebesar Rp 5,2 miliar sepanjang 85,51 KM, jelas bahwa anggaran tersebut dimulai dari Bandara Binaka menuju Telukdalam jika dilihat dari jaraknya. Jadi, mengapa ruas jalan Nasional dari Kecamatan Somambawa – Toma – Telukdalam masih bertabur lubang, apalagi di ruas jalan nasional pusat kota Kabupaten Nias Selatan?

Baca Juga  PTPN I Regional 1 Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir di Deli Serdang dan Langkat

Selain itu, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi Sumatera Utara melalui Ariel Hutauruk, menjelaskan bahwa terkait salah satu anggaran tersebut di atas belum pernah mereka laksanakan karena tidak mungkin berkontrak dengan nama yang sama.

“Hanya 3 paket kami bg, itu d sistem mungkin ada error.., Yg pasti ga mungkin berkontrak dgn nama yg sama bg,” terang Ariel Hutauruk via whatsapp pada Kamis (04/06/2026).

Sementara, sebelumnya PPK Theofilus telah mengakui kepada awak media bahwa anggaran tersebut telah terealisasi seratus persen. Jadi, siapa yang mengelola anggaran itu?

Rumusan Laia, salah seorang masyarakat Kabupaten Nias Selatan, menjelaskan kepada Elangmasnews.com bahwa ruas jalan Nasional dari Kecamatan Toma sampai Kecamatan Telukdalam, dua tahun terakhir ini belum pernah disentuh oleh pemerintah.

“Itu ada di jalan Desa Hiliamaetaluo, jalannya amblas, dan sering orang jatuh disitu, dan itu sudah dua tahun tidak pernah diperbaiki. Dan, masih ada di sepanjang jalan menuju Saua, dekat simpang jalan Desa Bawodobara,” tandas Rumusan dengan kesal.

Hingga berita ini tayang, Theofilus Ginting tidak dapat menjelaskan kepada awak media dimana saja titik lokasi pekerjaan ruas jalan dari kedua anggaran tersebut ketika dikonfirmasi kembali pada Kamis (04/06/2026)

Harpendik M. Waruwu, S.Pd.


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *