KETUM DPP LSM ELANG MAS : KEMERDEKAAN RI 1945 BUKAN HADIAH DARI PENJAJAH
SUBANG, JAWA BARAT — Elangmasnews.com – Memasuki usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun, ruang demokrasi di bumi pertiwi selayaknya diisi dengan perenungan yang mendalam. Kemerdekaan yang diraih pada 17 Agustus 1945 bukanlah sebuah hadiah atau pemberian cuma-cuma dari penjajah, melainkan buah dari cucuran keringat, air mata, darah serta pengorbanan jiwa dan raga para pejuang pendahulu bangsa.
Kemerdekaan yang diraih dengan keringat, air mata, dan darah para pendahulu bangsa bukanlah sebuah titik akhir, melainkan sebuah jembatan emas menuju masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat.
Dalam momentum bersejarah ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Elemen Pejuang Masyarakat ( DPP LSM ELANG MAS ), Sunarto Amrullah, menyampaikan pandangan serta catatan reflektif konstruktif terhadap perjalanan roda pemerintahan dan kondisi negara saat ini.
Menurut Sunarto Amrullah, usia ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia adalah fase matang bagi sebuah bangsa untuk melakukan muhasabah (introspeksi) nasional.
Semangat juang para pahlawan yang tanpa pamrih merebut kemerdekaan harus senantiasa direfleksikan kedalam etika penyelenggaraan negara hari ini, baik oleh para pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun seluruh elemen masyarakat sipil.
Dalam pandangannya Ketua Umum DPP LSM ELANG MAS menambahkan, bahwa semangat perjuangan para pendahulu seharusnya senantiasa dihidupkan dalam setiap denyut nadi penyelenggaraan negara hari ini.
Para pendiri bangsa merumuskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai kompas moral dan hukum agar negara hadir melindungi, mencerdaskan, serta menyejahterakan seluruh rakyatnya tanpa terkecuali.
“Kemerdekaan ke-81 ini adalah anugerah besar yang harus kita syukuri bersama dengan cara merawat dan mengisinya secara bermartabat. Perjuangan para pendahulu kita dulu jelas: melepaskan bangsa dari belenggu penindasan agar rakyat hidup sejahtera dan bermartabat. Tugas kita hari ini adalah memastikan apakah api semangat itu masih menyala terang dalam kebijakan publik dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sunarto Amrullah.
Kritik Konstruktif untuk Penguatan Demokrasi dan Kesejahteraan
LSM ELANG MAS menilai bahwa di bawah kepemimpinan nasional saat ini, berbagai capaian pembangunan infrastruktur dan stabilitas makro telah dirasakan oleh masyarakat. Namun demikian, ruang-ruang perbaikan (room for improvement) masih terbuka lebar, khususnya dalam hal penegakan hukum yang berkeadilan sosial, transparansi birokrasi, serta pemerataan ekonomi hingga ke pelosok daerah.
Sunarto Amrullah menyoroti, bahwa kritik yang disampaikan oleh organisasi masyarakat dan lembaga sosia tidak boleh dipandang sebagai bentuk penolakan atau pembangkangan dan ketidakharmonisan, sebaliknya, kritik yang terukur, obyektif, dan berbasis data merupakan vitamin bagi kesehatan demokrasi serta wujud cinta yang tulus dan murni kepada tanah air.
Dalam alam demokrasi yang matang, kontrol sosial dari lembaga kemasyarakatan adalah elemen vital untuk memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai rel konstitusi dan bebas dari penyalahgunaan wewenang.
Pemerintah pusat maupun daerah didorong untuk lebih terbuka mendengarkan aspirasi akar rumput, di mana masih banyak tantangan lokal—mulai dari transparansi kebijakan anggaran hingga pengawasan pelayanan dasar—yang menuntut perbaikan nyata.
“Kritik yang kami sampaikan bersifat membangun. Ketika ada kebijakan yang dirasa belum sepenuhnya berpihak pada wong cilik atau ketika implementasi di lapangan masih menemui kendala birokrasi, maka di situlah fungsi kontrol sosial hadir. Kritik adalah bentuk pelukan erat agar bahtera negara ini tidak keluar dari jalur konstitusi dan cita-cita proklamasi,” tambahnya.
Sinergi dan Kolaborasi sebagai Kunci Kemajuan
Lebih lanjut, LSM ELANG MAS mengajak seluruh jajaran aparatur pemerintah untuk membuka ruang dialog yang inklusif dengan masyarakat. Pembangunan tidak akan pernah mencapai hasil yang paripurna apabila hanya dijalankan secara sepihak tanpa mendengar denyut nadi dan aspirasi akar rumput.
LSM ELANG MAS mengajak seluruh jajaran aparatur negara untuk kembali meneladani integritas para pahlawan bangsa. Pengabdian terbaik kepada negara diukur dari seberapa besar kebijakan publik mampu meringankan beban rakyat dan memberikan rasa adil bagi setiap warga negara.
Dengan persatuan, keterbukaan hati untuk menerima koreksi, serta komitmen moral yang kuat, cita-cita luhur kemerdekaan di usia ke-81 ini diyakini akan dapat diwujudkan secara utuh dan berkelanjutan.
Di usia ke-81 tahun Republik Indonesia, semangat gotong royong yang menjadi DNA bangsa Indonesia harus kembali direvitalisasi. Sinergi antara pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan LSM/masyarakat sebagai mitra kritis harus berjalan dalam harmoni yang seimbang, bukan saling meniadakan.
“Para pejuang dulu bersatu padu menyingkirkan perbedaan demi satu tujuan: Indonesia Merdeka. Hari ini, mari kita satukan ikhtiar mengatasi tantangan zaman—mulai dari pemerataan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, hingga penguatan integritas moral bangsa. LSM ELANG MAS siap senantiasa berada di garda terdepan sebagai mitra strategis pemerintah yang sportif, kritis, namun tetap santun dan bertanggung jawab,” tutup Sunarto Amrullah.
Peringatan kemerdekaan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bersama agar Indonesia tidak hanya kuat secara pertumbuhan ekonomi, tetapi juga luhur dalam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana diamanatkan oleh para founding fathers bangsa.
Penulis : SUNARTO AMRULLAH
KETUA UMUM DPP LSM ELANG MAS
Alamat : Jl. Mbah Buyut Perahu Dusun Karangmulya RT 01 RW 05 Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. 41259.
(TIM REDAKSI)







