Elangmasnews.com, PURWAKARTA– Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Purwakarta yang digelar Sabtu (31/10/2026) di Prime Plaza Hotel, Kota Bukit Indah, Purwakarta, menjadi momentum konsolidasi dan pembenahan organisasi setelah partai tersebut mengalami penurunan perolehan suara pada Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Purwakarta, Dr. H. Suherman Saleh, Ak., M.Sc., CA., yang akrab disapa Uda Herman. Ia menilai pelaksanaan Musda XI kali ini memiliki keistimewaan dibandingkan tiga pelaksanaan Musda sebelumnya.
Menurut Herman, keistimewaan tersebut terlihat dari kekompakan para pemilik suara (PK), organisasi sayap, serta unsur organisasi lainnya yang memberikan kepercayaan kepada H. Dias Rukmana Praja, S.E., untuk memimpin Partai Golkar Purwakarta ke depan.
Ia menyebut Dias merupakan kader yang telah melalui proses pembinaan di bawah kepemimpinan Ketua DPD Golkar Purwakarta sebelumnya, Anne Ratna Mustika, serta mengikuti perjalanan kepemimpinan partai selama ini.
Herman berharap, di bawah kepemimpinan Dias, Partai Golkar Purwakarta dapat melakukan pembenahan dan kembali memperkuat posisinya di tengah masyarakat.
Ia mengungkapkan, sejak era reformasi Golkar Purwakarta dinilai mampu mempertahankan kekuatannya dalam kontestasi politik daerah. Namun, pada Pemilu 2024, partai tersebut mengalami penurunan perolehan suara yang harus menjadi bahan evaluasi bersama.
Menurut Herman, ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan, di antaranya kesiapan menghadapi perubahan zaman dan dinamika politik yang semakin berkembang, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Ini harus menjadi agenda utama Dias agar Golkar ke depan bisa berjaya kembali,” ungkap Herman.
Ia kemudian menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi perhatian kepengurusan baru.
Pertama, menjaga soliditas dan menghindari konflik maupun perpecahan di internal partai.
Menurutnya, persaingan yang tidak perlu hanya akan melemahkan kekuatan organisasi.
Kedua, mempertahankan dan merawat basis-basis suara Golkar. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memberikan ruang aspirasi serta perhatian yang layak kepada masyarakat dan para pendukung partai.
Ketiga, memperkuat kerja sama antara pengurus Golkar, Fraksi Golkar, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk masyarakat.
Herman menegaskan, hubungan baik tidak hanya perlu dibangun antara pengurus partai dan Pengurus Kecamatan (PK), tetapi juga harus diperluas kepada seluruh elemen masyarakat.
Selain itu, ia berharap Dias mampu mengonsolidasikan kembali seluruh jaringan dan pendukung setia Golkar yang selama ini menjadi kekuatan partai.
Herman mengakui, menjelang Musda XI terdapat dinamika dan perbedaan pandangan mengenai sosok yang akan memimpin Golkar Purwakarta. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian yang wajar dalam perjalanan organisasi.
Setelah Dias mendapat kepercayaan untuk memimpin, ia berharap seluruh elemen dan kekuatan yang sebelumnya memiliki perbedaan pandangan dapat dirangkul dan diakomodasi.
“Dias harus bisa mengakomodasi semua kekuatan agar menjadi kekuatan Golkar ke depan,” pungkas Herman Saleh.
“PEWARTA”:
(EMN.TIMRED).












