KARAWANG — Elangmasnews.com-Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. melantik dan mengambil sumpah 89 pejabat manajerial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Aep menegaskan bahwa jabatan bukanlah simbol kekuasaan maupun prestise, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Pelantikan berlangsung di Aula Husni Hamid, Jumat (2/10/2026). Sebanyak 89 pejabat yang dilantik terdiri atas 25 pejabat administrator, 55 pejabat pengawas, dan 9 kepala puskesmas.
Dalam agenda yang sama, Pemkab Karawang juga melakukan pengambilan sumpah/janji terhadap 50 pejabat fungsional serta dua CPNS lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Aep meminta seluruh pejabat yang menerima amanah baru segera bekerja dan tidak larut dalam status jabatan. Menurutnya, setiap posisi di pemerintahan harus bermuara pada peningkatan kinerja serta pelayanan publik.
Ia juga menegaskan bahwa proses pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Karawang harus berorientasi pada kinerja, bukan transaksi.
«“Saya menginginkan jargon Karawang Maju ini bisa kita wujudkan bersama. Saya minta kepada bapak dan ibu yang dilantik untuk bekerja bersama-sama. Tidak ada jual beli jabatan. Jabatan ini adalah amanah yang diberikan berdasarkan kinerja untuk kemajuan Karawang,” kata Aep.»
Pernyataan tersebut menjadi penegasan Aep bahwa pejabat yang memperoleh kepercayaan harus mampu menunjukkan kapasitas dan tanggung jawabnya dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Aep pun mengingatkan para pejabat agar tidak berubah sikap setelah menduduki jabatan. Ia meminta tidak ada pejabat yang merasa lebih tinggi atau bersikap sombong terhadap bawahan maupun masyarakat.
«“Hak bapak dan ibu sudah saya berikan. Saya mohon jangan sampai yang hari ini dilantik merasa lebih tinggi atau sombong. Saya minta loyalitas bapak dan ibu dalam bekerja,” ujarnya.»
Menurut Aep, loyalitas harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab, profesionalitas, integritas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Jabatan, kata dia, harus dijalankan dengan kesadaran bahwa setiap keputusan dan kinerja pejabat pada akhirnya akan berdampak terhadap masyarakat.
Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta tidak menunggu lama untuk menunjukkan hasil kerja. Mereka diharapkan langsung menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing, memperkuat koordinasi, serta memastikan pelayanan pemerintahan berjalan secara optimal.
Aep menekankan, keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari banyaknya pejabat yang dilantik, tetapi dari sejauh mana amanah tersebut diterjemahkan menjadi kinerja nyata dan pelayanan yang dirasakan masyarakat.
Pelantikan 89 pejabat manajerial, pengambilan sumpah 50 pejabat fungsional, serta dua CPNS IPDN tersebut menjadi bagian dari penataan sumber daya aparatur Pemkab Karawang. Tantangannya kini berada pada para pejabat yang telah menerima kepercayaan: membuktikan jabatan melalui kerja, menjaga integritas, dan ikut mewujudkan Karawang Maju.Naskah ini saya buat lebih tajam pada isu amanah, kinerja, integritas, dan penegasan “tidak ada jual beli jabatan”, sekaligus tetap menjaga akurasi agar tidak memasukkan tuduhan atau fakta yang tidak ada dalam bahan awal.(Red)










