Deden Rahmawan: Anak-Anak Berbakat dari Pelosok Tapanuli Tengah Wajib Mendapat Kesempatan di SMA Negeri Matauli Pandan

Deden Rahmawan: Anak-Anak Berbakat dari Pelosok Tapanuli Tengah Wajib Mendapat Kesempatan di SMA Negeri Matauli Pandan
Spread the love

PANDAN, 1 Agustus 2026 –Elangmasnews.com)SMA Negeri Matauli Pandan terus memperkuat komitmennya sebagai sekolah unggulan dengan memperluas penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB) sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi siswa berprestasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah. Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian pelantikan peserta didik baru angkatan ke-33 yang berlangsung di Kampus SMA Negeri Matauli Pandan.

Sebanyak 432 peserta didik baru resmi dilantik dalam kegiatan yang dihadiri Ketua Yayasan Matauli Triana Krisandini Tanjung, Kepala Sekolah Deden Rahmawan, jajaran Dewan Pengawas Yayasan Matauli, unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Forkopimda, TNI, Polri, serta para orang tua siswa.

Ketua Yayasan Matauli, Triana Krisandini Tanjung, mengatakan dirinya bersama jajaran pengurus yayasan yang baru memiliki semangat untuk mempertahankan seluruh prestasi yang telah diraih sekaligus melakukan berbagai pembenahan demi meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri Matauli Pandan.

Menurutnya, hal-hal yang sudah berjalan baik akan terus dipertahankan, sedangkan berbagai kekurangan akan menjadi fokus evaluasi agar sekolah semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan pendidikan global.

Triana menjelaskan, SMA Negeri Matauli Pandan saat ini telah mencatat sejarah sebagai SMA Negeri pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi International Baccalaureate (IB). Prestasi tersebut telah dilaporkan kepada Menteri Pendidikan sebagai salah satu tonggak penting dalam pengembangan pendidikan berstandar internasional di Indonesia.

Ia mengatakan, tahun ajaran ini menjadi angkatan kedua yang mengikuti program pendidikan berbasis sertifikasi internasional tersebut.
Meski demikian, Triana menegaskan bahwa kurikulum IB tidak diwajibkan bagi seluruh siswa. Program tersebut hanya diikuti oleh peserta didik yang memilih jalur IB, sementara siswa lainnya tetap mengikuti kurikulum reguler sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Delapan Bulan Pascabencana, Hutanabolon Kembali Diterjang Banjir! Warga Pertanyakan Keseriusan Pemkab Tapanuli Tengah, Solusi Dinilai Tak Kunjung Terlihat

“Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan pendampingan sesuai minat dan bakatnya. Ada yang bercita-cita masuk sekolah kedinasan, ada yang ingin kuliah di perguruan tinggi negeri, ada pula yang memilih jalur internasional. Semua itu sama baiknya, dan tugas sekolah adalah mempersiapkan mereka sesuai potensinya masing-masing,” ujarnya.

Triana juga berharap SMA Negeri Matauli tidak menjadi satu-satunya sekolah di Tapanuli Tengah yang memiliki program pendidikan internasional.

Menurutnya, semakin banyak sekolah yang menerapkan kurikulum berbasis internasional, maka semakin besar pula kesempatan bagi generasi muda daerah untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan kampung halamannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Deden Rahmawan mengungkapkan bahwa prestasi lulusan SMA Negeri Matauli Pandan terus menunjukkan tren positif.

Ia menyebutkan, pada tahun ini sebanyak 16 siswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur akademik, menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah sekolah.

Selain itu, 14 siswa berhasil lolos ke Universitas Pertahanan, menjadikan SMA Negeri Matauli Pandan sebagai salah satu sekolah dengan jumlah kelulusan terbanyak ke perguruan tinggi tersebut.

Menurut Deden, capaian tersebut membuktikan bahwa kehadiran program IB tidak mengurangi kualitas pembinaan siswa yang memilih jalur perguruan tinggi negeri maupun sekolah kedinasan.

Ia menegaskan seluruh program pendidikan di Matauli disusun agar siswa memiliki banyak pilihan sesuai kemampuan, bakat, dan cita-cita mereka.

Deden mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam menyiapkan siswa menghadapi persaingan global, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris, matematika, dan sains.

Ketiga bidang tersebut, menurutnya, akan menjadi fokus penguatan karena merupakan kompetensi utama yang dibutuhkan dalam program International Baccalaureate maupun berbagai seleksi perguruan tinggi bergengsi.

Dalam kesempatan itu, Deden juga menjelaskan komitmen yayasan untuk membantu siswa berprestasi melalui program beasiswa.

Baca Juga  Galian C Tanah Urug di Gunung Marijo Terus Beroperasi, Publik Pertanyakan Ketegasan Pengawasan Pemerintah

Saat ini terdapat 39 siswa yang menerima beasiswa penuh dari Yayasan Matauli, meliputi pembebasan biaya pendidikan, biaya asrama, hingga pembiayaan program IB.

Ia mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen yayasan agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi siswa-siswa berprestasi untuk memperoleh pendidikan terbaik.

Lebih lanjut, Deden mengungkapkan bahwa pihak sekolah akan memperluas proses pencarian siswa berbakat atau talent scouting hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini belum banyak tersentuh.

Jika sebelumnya proses pencarian lebih banyak berpusat di kawasan Pandan dan Sibolga, mulai Agustus mendatang SMA Negeri Matauli bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Dinas Pendidikan akan menjalankan program crash program di tujuh rayon yang membentang dari Manduamas hingga wilayah selatan Tapanuli Tengah.

Program tersebut akan memberikan pembinaan kepada siswa-siswa SMP, terutama yang berada di daerah pedalaman, agar memiliki kesiapan akademik dan keberanian mengikuti seleksi masuk SMA Negeri Matauli.

Menurut Deden, selama ini masih banyak siswa berprestasi dari daerah pelosok yang enggan mendaftar karena merasa minder atau menganggap sekolah tersebut hanya diperuntukkan bagi siswa dari kota.

Padahal, kata dia, Matauli justru ingin membuka kesempatan yang sama bagi seluruh anak-anak Tapanuli Tengah tanpa membedakan latar belakang maupun wilayah asal.

Selain memperkuat pembinaan di tingkat daerah, Yayasan Matauli juga terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan sekolah kedinasan di Indonesia.

Anggota Dewan Pengawas Yayasan Matauli, Mawardhi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai roadshow ke sejumlah institusi seperti Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Politeknik Statistika STIS guna memperluas peluang lulusan Matauli di berbagai bidang profesi.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar lulusan Matauli tidak hanya mendominasi jalur militer atau pertahanan, tetapi juga mampu berkiprah di bidang statistik, keimigrasian, pemerintahan, hingga berbagai profesi strategis lainnya.

Baca Juga  Warga Korban Longsor Murka, Akses Jalan Belum Dibuka, Pemerintah Sibuk Tanam Durian dan Foto-Foto

Melalui penguatan kurikulum internasional, perluasan program beasiswa, pemerataan akses pendidikan bagi siswa dari pelosok, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai institusi pendidikan nasional, SMA Negeri Matauli Pandan berharap dapat terus melahirkan generasi muda Sumatera Utara yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis Berita : Augustine Steven Sitorus,SE

 


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *