Hendiwanus Gea, Pimpinan Umum KPK-Sigap Tak Bertanggung Jawab: Sigap Bicara ke Wartawan, Padahal Belum Masuk Kotak Redaksi

Hendiwanus Gea, Pimpinan Umum KPK-Sigap Tak Bertanggung Jawab: Sigap Bicara ke Wartawan, Padahal Belum Masuk Kotak Redaksi
Spread the love

Sumut, 9 Mei 2026 – Nama Hendiwanus Gea, selaku Pimpinan Umum media KPK-Sigap, kini jadi sorotan tajam dan menuai kritik keras dari kalangan wartawan maupun pengamat pers. Pasalnya, sikapnya dinilai sangat tidak bertanggung jawab: ia terlihat sangat sigap dan cepat memberikan pernyataan, data, maupun tanggapan terkait berbagai isu langsung kepada awak media, padahal seluruh materi dan informasi yang disampaikan tersebut belum sama sekali dibahas, diverifikasi, atau dimasukkan ke dalam kotak berita serta rencana kerja redaksi medianya sendiri.

Seperti yang sempat disorot sebelumnya, KPK-Sigap sendiri ternyata tidak mencantumkan susunan redaksi secara jelas di identitas medianya. Kini masalah makin bertambah: pemimpin puncaknya sendiri justru menjadi sumber kebingungan. Hendiwanus Gea sering berbicara panjang lebar, mengeluarkan angka, nama, dan pendapat di depan wartawan, seolah informasi itu sudah final dan resmi. Padahal di dalam redaksi KPK-Sigap sendiri, materi itu belum masuk jadwal, belum disaring, dan belum ada keputusan apakah akan dimuat atau tidak.

Banyak wartawan yang mengeluh diperlakukan tidak adil. “Pak Hendiwanus Gea sangat cepat bicara, kadang kami disodori data yang rinci sekali. Tapi begitu kami tanya ke bagian redaksi, mereka bilang: ‘Belum ada arahan, materi itu belum masuk kotak berita, belum kami bahas sama sekali’. Ini menyulitkan kami. Kalau kami muat, takut salah dan tidak sesuai kebijakan redaksi. Kalau tidak dimuat, kami dianggap tidak bekerja. Ini bentuk ketidakbertanggungjawaban pemimpin media,” ungkap salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya.

Pengamat pers, Drs. Budi Santoso, memberikan penilaian tegas: “Seorang Pimpinan Umum adalah penanggung jawab tertinggi seluruh isi media. Kalau Hendiwanus Gea berbicara ke publik atau wartawan, tapi isi bicaranya belum diproses dan belum masuk alur kerja redaksinya sendiri, itu namanya melempar tanggung jawab. Ia terlihat ingin terlihat aktif dan vokal, tapi lupa tugas utamanya: memastikan setiap informasi yang keluar dari nama medianya sudah teruji, terstruktur, dan jelas tanggung jawabnya. Apalagi KPK-Sigap saja tidak punya struktur redaksi yang tercantum, makin terlihat jelas bahwa ini bukan soal kelalaian, tapi soal budi pekerti dan tanggung jawab jabatan.”

Baca Juga  Film "Aku Harus Mati" Ajak Penonton Refleksi diri tentang Ambisi dan Validasi.

Masalah ini makin serius karena KPK-Sigap mengusung nama besar “KPK” dan topik pemberantasan korupsi, hal yang sangat sensitif dan butuh keakuratan tinggi. Sikap Hendiwanus Gea yang sigap bicara tapi abai pada prosedur redaksi, dianggap berisiko menyebarkan informasi yang keliru, tidak lengkap, atau bahkan menyesatkan masyarakat.

“Kalau pemimpin medianya saja tidak paham atau sengaja mengabaikan aturan dasar jurnalistik, bagaimana kami bisa percaya berita-berita yang mereka muat? Ini bukan sekadar kesalahan teknis, ini adalah bukti nyata ketidak bertanggungjawaban Hendiwanus Gea memimpin KPK-Sigap,” tambah perwakilan Aliansi Wartawan Independen.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi apa pun dari Hendiwanus Gea maupun pihak pengelola KPK-Sigap terkait sikap dan kebiasaan menyampaikan informasi yang belum masuk kotak redaksi tersebut. Publik pun makin bertanya-tanya: sampai kapan media ini akan beroperasi tanpa aturan, dan sampai kapan pemimpinnya akan terus menyalahgunakan kepercayaan publik hanya demi pencitraan semata,

(S,Zebua)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *