Lamongan – Elangmasnews.com-Suatu hari saat imam besar Sufyan Ats-Tsauri sedang bertawaf di Ka’bah , beliau melihat seorang laki-laki yang selalu bersholawat tiap melangkah. Setelah memperhatikannya cukup lama, beliau akhirnya menghampiri laki-laki itu.
Mengapa kamu tidak membaca tasbih dan tahlil dan hanya fokus bersholawat? Apa alasanmu melakukan amalan itu? tanya imam Sufyan agak menegur.
Laki-laki itu balik bertanya: Siapakah anda ini? Semoga Allah memberkati kesehatan dan keselamatan.
Saya Sufyan Ats-Tsauri, jawab beliau.
Mendengar nama imam besar itu disebut, laki-laki tadi lalu membuka diri kepada beliau. Baiklah, akan aku ceritakan kisahku.
Ia melanjutkan “Andaikan kamu bukan orang yang luar biasa di zaman ini, mungkin aku tidak akan menceritakan kisahku, dan tidak akan membuka rahasia Allah yang diberikan kepadaku.”
Imam Sufyan Ats-Tsauri menyimak dan laki-laki itu mulai berkisah: “Suatu hari aku dan ayahku pergi haji. Di tengah perjalanan ayahku jatuh sakit, maka kami berhenti dulu untuk mengobati ayah.”
Wajahnya tampak sedih dan lanjut bercerita: “Lalu suatu malam, ayah meninggal dengan wajah menghitam legam. Inna lillahi wa inna ilayhi roji’un. Aku sedih sekali menyaksikan itu. Lalu aku mengambil selembar kain untuk menutupi wajah ayahku. Aku sangat sedih dan memikirkan apa kata orang nanti melihat wajah ayahku yang hitam legam.”
Imam Sufyan Ats-Tsauri terus mendengarkan ceritanya. Dalam keadaan begitu, aku diserang kantuk dan jatuh tertidur. Lelaki itu meneruskan cerita dengan haru. Tiba-tiba aku bermimpi bertemu seorang laki-laki yang sangat tampan. Seumur hidup, aku belum pernah bertemu laki-laki setampan itu …
Pakaiannya sangat bersih dan dari tubuhnya aku bisa mencium aroma yang sangat harum, bukan seperti wewangian biasa. Lalu laki-laki itu menuju jasad ayahku dan membuka kain di wajahnya. Tiba-tiba wajah ayahku menjadi putih bersinar.
Saat laki-laki itu hendak pergi, aku pegang bajunya dan bertanya : Wahai hamba Allah, siapakah engkau yang telah dikaruniai Allah untuk menyelamatkan ayahku dan melenyapkan kegundahan di hatiku?
Laki-laki itu menjawab : Kamu tidak mengenalku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah , yang mendapat wahyu Al-Qur’an. Ketahuilah, ayahmu semasa hidup adalah orang yang suka mengikuti hawa nafsunya. Namun, ia banyak membaca sholawat untukku. Saat ajal datang, ayahmu meminta pertolonganku. Aku banyak menolong / memberikan Syafa’at kepada orang yang banyak membaca sholawat untukku …
Kemudian aku terbangun dan mendapati wajah ayahku putih bersinar. Laki-laki itu mengakhiri kisah tadi, dan Imam Sufyan Ats-Tsauri menjadi mengerti tentang rahasia mengapa laki-laki yang beliau temui di Baitullah itu selalu membaca sholawat tiap melangkah.
Ya Allah semoga kami menjadi ummat Baginda Rasulullah Shollalahu Alaihi Wasallam yang mendapatkan syafaatnya kelak di hari yang tidak ada naungan selain naunganMU .. Anugerahilah lisan kami agar selalu bersholawat kepada kekasihMU Nabi Besar Muhammad Shollalahu Alaihi Wasallam. Aamiin..
Dari kitab Kyai Sholeh Darat. Pada akhir kitab Minhaj Al-Atqiya’ Fi Syarhi Ma’rifat Al-Adzkiya’ Ila Thoriqil Auliya’_*

