Mediun-Elangmasnews.com-
Merespons rilis tetangga sebelah yang mendadak heboh mengumumkan “Tidak Ada Parluh September 2026”, Humas Pusat PSHT menanggapi kabar tersebut dengan senyum tipis sambil menyeruput kopi hangat. ☕️
“Kami dari Humas awalnya agak bingung mau ketawa atau heran. Logikanya itu persis kayak orang yang nggak mau datang ke kondangan mantan, tapi malah bikin pamflet keliling kampung ngabarin kalau pernikahannya batal. Ajaib betul!” celetuk perwakilan Humas PSHT.
‘ ‘
“Kalau dibilang nggak ada Parluh September 2026, terus ratusan panitia yang tiap hari lembur nyiapin PAM, ngurusin strategi bersama APH, koordinasi sama ratusan cabang sedunia, sampai pesen snack kotak itu lagi nyiapin acara siapa? Kan nggak mungkin gladi bersih lomba pitulasan!”
“Lagian yang bikin makin geli, yang bikin pengumuman Parluh tidak ada ini sebenarnya menjabat dari organisasi legal atau ilegal ya? Badan hukumnya sendiri kan sudah resmi dibatalkan dan dicabut pemerintah lewat putusan pengadilan yang inkracht, tapi kok percaya diri banget berlagak kayak panitia pengawas yang bisa meniadakan acara sah orang lain? Ini persis seperti orang yang SIM-nya sudah dicabut polisi, tapi nekat berdiri di tengah jalan raya bawa peluit buat menilang pengendara yang STNK dan BPKB-nya lengkap. Berani sih berani, tapi ya bikin yang ngeliat ketawa geli!”
:
“Buat sedulur-sedulurku warga SH Terate dari Sabang sampai Merauke: tenang, jangan kagetan, dan jangan gampang kepancing rilis halu. Mori putih tetap diikat rapi, seduluran tetap dijaga, dan kopi hitamnya disruput dulu. ☕️
2026 !
Pintu musyawarah terbuka sangat lebar buat siapa saja yang mau guyub rukun. Tapi kalau ada yang masih hobi ngambek dan memilih mengurung diri di pojokan, ya minimal jangan lupa bahagia dan jaga kesehatan!”
Salam Persaudaraan! PSHT Jaya!
Humas PSHT
Muhammad Supriyono
Humas PSHT

