MADIUN —Elangmasnews.com- Persiapan pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) PSHT 2026 terus dimatangkan. Rapat koordinasi pelaksanaan Parluh 2026 digelar pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Hotel Merdeka Madiun, mulai pukul 09.00 WIB.
Rapat tersebut dihadiri Ketua Umum PSHT Dr. M. Taufik, S.H., M.Si., Kang Mas Bagio TA, Kang Mas Darto, Kang Mas Hariyono, Kang Mas Dwi Suntoro, serta sejumlah tokoh sepuh dan tamu undangan dari Madiun.
Forum koordinasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian Parluh 2026 berjalan secara terencana, tertib, aman, dan sesuai ketentuan. Masing-masing bidang kepanitiaan menyampaikan pemaparan mengenai progres serta kesiapan pelaksanaan, termasuk aspek perizinan dan pengamanan kegiatan.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Madiun siap mendukung dan mengamankan pelaksanaan Parluh 2026, sehingga seluruh tahapan kegiatan diharapkan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Parluh 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September 2026 di Padepokan Agung Madiun (PAM), Jalan Merak No. 10, Madiun.
Ketua Umum PSHT, Kang Mas Taufik, menegaskan bahwa Parluh bukan sekadar agenda organisasi, melainkan merupakan hajat bersama keluarga besar PSHT dan momentum penting untuk membangun rekonsiliasi serta menyatukan berbagai perbedaan.
«“Parluh adalah hajat kita bersama, ajang untuk rekonsiliasi dan menyatukan semua perbedaan menjadi satu PSHT. Tidak ada kata mundur. Parluh 2026 harus sukses, lancar dan aman.”»
Kang Mas Taufik juga menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh pihak yang selama ini memiliki perbedaan pandangan. Menurutnya, kebersamaan dan persatuan merupakan fondasi penting untuk membawa PSHT semakin maju serta mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Semangat rekonsiliasi tersebut menjadi pesan utama dalam persiapan Parluh 2026. Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi penghalang bagi terwujudnya persatuan, karena kekuatan organisasi akan semakin besar ketika seluruh elemen mampu duduk bersama, membangun komunikasi, dan menatap masa depan dalam satu tujuan.
Sementara itu, berbagai hal teknis menyangkut persiapan pelaksanaan, perizinan, pengamanan, serta aspek lainnya dibahas lebih mendalam dalam rapat internal. Sejumlah materi teknis tersebut bersifat internal kepanitiaan dan tidak dipublikasikan.
Dengan koordinasi yang semakin intensif, panitia Parluh 2026 optimistis seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan secara matang. Parluh 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi, rekonsiliasi, dan penguatan persatuan PSHT dalam suasana aman, tertib, bermartabat, serta berorientasi pada kemajuan organisasi.
Humas PSHT
M SUPRIYONO

