Ketikah Pentungan Memunculkan Pertanyaan:Pembiaran ,Kelalean Atau Sengaja Yang Membantu ?

Ketikah Pentungan Memunculkan Pertanyaan:Pembiaran ,Kelalean Atau Sengaja Yang Membantu ?
Spread the love

MADIUN —Elangmasnews.com- Obrolan dari warung ke warung di Kota Madiun pada Jumat, 25 September 2026, menyisakan satu pertanyaan yang terus bergulir: ketika alat pemukul terlihat dibawa oleh kelompok tertentu di tengah situasi yang seharusnya mengedepankan ketertiban, di mana posisi aparat penegak hukum?

Percakapan antara Dul Kribo, Kang Joko, dan Kang Durno—sebagaimana menjadi bahan perbincangan warga—menyoroti dugaan adanya pembiaran terhadap keberadaan pamter atau petugas keamanan organisasi kemasyarakatan yang oleh sebagian pihak dipersoalkan legalitas maupun kewenangannya.

Yang lebih mengundang perhatian adalah munculnya dugaan bahwa sejumlah alat pemukul atau pentungan yang terlihat dibawa tersebut memiliki kemiripan dengan perlengkapan yang lazim digunakan aparat.

Di titik inilah pertanyaan publik menjadi semakin serius.

Apakah keberadaan benda tersebut benar-benar diketahui aparat? Apakah sudah dilakukan pemeriksaan? Jika memang diketahui, mengapa tidak segera ditertibkan? Ataukah ada penjelasan lain yang belum disampaikan kepada masyarakat?

Pertanyaan tersebut tentu tidak boleh dijawab dengan asumsi. Namun, justru karena menyangkut aparat, keamanan, dan potensi penggunaan perlengkapan yang menyerupai atribut atau peralatan penegak hukum, transparansi menjadi penting agar tidak berkembang menjadi prasangka liar.

Lebih jauh lagi, publik berhak bertanya: apakah terjadi kelalaian dalam pengawasan, pembiaran karena situasi tertentu, atau memang terdapat bentuk perbantuan yang harus dijelaskan secara terbuka?

Tentu saja, pertanyaan mengenai dugaan perbantuan tidak boleh berubah menjadi tuduhan tanpa bukti. Tetapi diamnya pihak-pihak terkait juga berpotensi melahirkan ruang spekulasi yang lebih besar.

Masyarakat tidak membutuhkan rumor.
Masyarakat membutuhkan kepastian fakta.

Jika memang tidak ada pelanggaran, jelaskan. Jika ada kesalahan prosedur, evaluasi. Jika ada pihak yang menggunakan perlengkapan secara tidak semestinya, tindak sesuai aturan.

Baca Juga  Ruang Demokrasi PSHT Berdiri Diatas Konstitusi Negara Diantara ' Abu - Abunya ' Aparat Negara

Sebab dalam negara hukum, yang harus terlihat bukan siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling taat pada aturan.

Dan ketika sebuah pentungan menimbulkan begitu banyak pertanyaan, yang dibutuhkan bukan sekadar jawaban di warung kopi—melainkan klarifikasi resmi yang terang, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

—

Sambil menyodorkan bukti foto Pamter dan pentungan di layar HP-nya, Dul Kribo pun nyeletuk nyaring “Kang, coba pelototi foto ini! Ribuan aparat siaga pakai Barracuda dan laras panjang buat ngadang warga sah yang datang tangan kosong, eh giliran rombongan pamter melenggang kangkung bawa pentungan kayu di ring satu, aparat mendadak kena katarak massal! Ini polisi lagi ngamanin kamtibmas, apa lagi ngawal bapak-bapak mau latihan drumband kelurahan? Atau jangan-jangan pentungan seragam itu hasil giveaway dari oknum?” Kang Joko dan Kang Durno hanya bisa terbahak sambil menepuk jidat, menyadari betapa komedinya penegakan hukum di Madiun hari itu ketika aparat mendadak mengaktifkan mode ‘pura-pura tidak lihat’.

Humas PSHT

M SUPRIYONO


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *