ANGGOTA POLISI TEWAS DITEMBAK BEGAL DI LAMPUNG, BUDI RIZKIYANTO DESAK KAPOLRI BURU PELAKU SAMPAI KE UJUNG DUNIA “Ini Soal Nyawa Aparat yang Melindungi Masyarakat”

ANGGOTA POLISI TEWAS DITEMBAK BEGAL DI LAMPUNG, BUDI RIZKIYANTO DESAK KAPOLRI BURU PELAKU SAMPAI KE UJUNG DUNIA “Ini Soal Nyawa Aparat yang Melindungi Masyarakat”
Spread the love

ElangMasNews.Cim, PALEMBANG – Penggiat Kontrol Sosial, Budi Rizkiyanto, angkat bicara terkait tragedi tewasnya anggota Kepolisian RI yang diduga ditembak kelompok begal di wilayah Lampung.

Budi mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengerahkan seluruh sumber daya Polri memburu dan menangkap pelaku sampai ke ujung dunia.

“Ini bukan kriminal biasa. Ini nyawa anggota polisi yang gugur saat bertugas melindungi masyarakat. Negara tidak boleh kalah dengan begal. Kapolri harus pastikan pelaku ditangkap hidup atau mati, dan diproses hukum seberat-beratnya. Kejar sampai ke ujung dunia kalau perlu,” tegas Budi, Sabtu (9/5/2026).

Budi menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum dan institusi Polri. Ia menegaskan, serangan terhadap aparat penegak hukum adalah serangan terhadap negara dan rasa aman seluruh rakyat.

“Ketika polisi yang bersenjata dan terlatih saja bisa jadi korban, bagaimana rasa aman masyarakat sipil? Ini alarm darurat kejahatan jalanan. Pembiaran satu kasus akan melahirkan ratusan begal baru yang makin brutal,” ujar Budi.

Desakan Budi Rizkiyanto ke Kapolri & Polda Lampung

Operasi Gabungan Skala Besar Bentuk tim khusus gabungan Bareskrim, Polda Lampung, dan Polda tetangga. Lakukan pengejaran intensif. Libatkan teknologi face recognition, IT, hingga anjing pelacak.
Tembak di Tempat Jika Melawan Sesuai Perkap, beri tindakan tegas terukur jika pelaku diduga membahayakan nyawa petugas atau masyarakat saat penangkapan. Jangan beri ruang begal untuk menembak lagi.
Evaluasi Keamanan Wilayah Polda Lampung diminta audit jalur rawan begal. Tambah patroli, pasang CCTV, perbaiki penerangan jalan. Begal tumbuh subur di ruang gelap dan sepi pengawasan.

Budi juga meminta masyarakat tidak main hakim sendiri dan serahkan proses hukum ke Polri. “Percayakan ke polisi. Tapi kita kawal. Jika dalam 1×24 jam belum ada titik terang, publik berhak bertanya. Kita kedepankan asas praduga tak bersalah untuk terduga, tapi proses hukum wajib cepat dan transparan,” tambahnya.

Baca Juga  Tim Elang Polres Kolaka Ungkap Kasus Pencurian Viral dalam 24 Jam

“Nyawa anggota polisi itu mahal. Mereka garda terdepan. Kalau negara tidak bisa lindungi aparatnya, siapa lagi yang lindungi rakyat? tutup Budi.

Hingga rilis ini diturunkan, Sabtu (9/5/2026), Polda Lampung belum merilis identitas lengkap korban maupun kronologi detail penembakan. Publik menunggu keterangan resmi dan langkah konkret dari Polri.

Pewarta:(M.Tohir).
Sumber berita:(BR).
(EMN.TIM,/RED).


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *