ElangmasNews.com, Kabupaten Malang – Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Prototype Polres Malang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mencegah praktik percaloan dan penggunaan joki dalam proses permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Salah satu langkah yang diterapkan adalah melakukan filterisasi terhadap setiap pemohon dengan memanfaatkan teknologi sistem antrean FIFO (First In, First Out). Melalui sistem ini, setiap pemohon yang telah melakukan registrasi akan memperoleh antrean secara berurutan, dan akses pada setiap pintu layanan hanya dapat digunakan oleh pemohon yang telah terdaftar dalam sistem.
Penerapan teknologi tersebut memastikan seluruh tahapan pelayanan SIM dilakukan langsung oleh pemohon yang bersangkutan, sehingga mempersempit peluang adanya pihak ketiga yang mencoba memanfaatkan proses pelayanan untuk praktik percaloan maupun penggunaan joki.

Kasat Lantas Polres Malang, AKP M. Alif Chelvin, mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Malang dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Upaya ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pemohon SIM. Dengan sistem yang lebih tertib dan berbasis teknologi, kami berharap proses pelayanan menjadi lebih transparan sekaligus mampu mencegah praktik percaloan maupun penggunaan joki,” ujar AKP M. Alif Chelvin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses penerbitan SIM yang dilaksanakan sesuai prosedur diharapkan dapat menghasilkan pengemudi yang benar-benar memiliki kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan dalam berkendara.
“Pada akhirnya, kami berharap kualitas pengemudi dapat terus meningkat sehingga berdampak pada menurunnya angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Malang,” tambahnya.
Melalui penerapan sistem antrean FIFO dan penguatan pengawasan pada setiap tahapan pelayanan, Satpas Prototype Polres Malang menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pelayanan SIM yang profesional, bersih dari praktik percaloan, serta berorientasi pada keselamatan berlalu lintas.
Eddy Wakaperwil Jatim







