Kepala Bakamla RI Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut di Kepulauan Nias

Kepala Bakamla RI Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut di Kepulauan Nias
Spread the love

Elangmasnews.com, Nias Selatan _ Kantor Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Bakamla RI (Badan Keamanan Laut Republik Indonesia) di Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di lokasi Alo’oa Desa Orahili Fau Kecamatan Fanayama kini sedang dibangun oleh pihak rekanan/ pelaksana.

Menurut informasi dari Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr., Opsla, Selasa (15/09/2026), bahwa anggaran tersebut bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) TA 2026 dengan nilai kontrak Rp 34.450.000.000,- (Tiga Puluh Empat Miliar Empat Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) yang dikerjakan oleh PT Geya Energi Astra (GEA) dengan kontrak kerja selama 170 hari kalender.

Mulainya pembangunan kantor SPKKL tersebut, ditandai dengan peletakan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr. Opsla, dan didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nias Selatan.

Kepala Bakamla RI mengatakan pembangunan SPKKL tersebut tidak terlepas dari posisi geografis Kepulauan Nias yang dinilai sangat strategis karena berada di wilayah terluar Indonesia dan berhadapan langsung dengan perairan Samudera Hindia.

Menurut Irvansyah, keberadaan SPKKL di Nias Selatan diharapkan memperkuat pemantauan sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan perairan di kawasan Nias dan sekitarnya.

“Nias ini posisinya sangat strategis, merupakan pulau terluar dan kita perlu melaksanakan pemantauan serta menjaga keamanan dan keselamatan di perairan di sini,” ujar Irvansyah.

Irvansyah juga menyebutkan bahwa pembangunan SPKKL di Nias Selatan juga menjadi bagian dari penguatan infrastruktur Bakamla RI secara nasional. Selain itu, Irvansyah menjelaskan bahwa Bakamla RI telah membangun sekira 35 SPKKL di berbagai wilayah Indonesia hingga Papua.

“Ini uang rakyat juga. Mudah-mudahan uangnya bisa bermanfaat, jadinya juga bagus,” ucap Irvansyah.

Baca Juga  Pabrik Penggilingan Padi di Sawera Disorot, Diduga Belum Tempuh Perizinan, Warga Keluhkan Bising hingga Larut Malam

Menariknya, Irvansyah menyebutkan bahwa pekerjaan pembangunan fasilitas tersebut turut melibatkan putra daerah Nias. Ia berharap pembangunan menghasilkan fasilitas yang berkualitas sekaligus menjadi bagian dari kontribusi bagi daerah.

Irvansyah menerangkan bahwa untuk tahap awal, Bakamla RI telah menyiapkan 6 orang personel putra daerah asli Nias untuk mengawasi SPKKL tersebut. Ia bahkan membuka peluang masyarakat setempat untuk ikut bergabung dan menjadi bagian dari personel yang nantinya mengoperasikan SPKKL.

“Saya juga memberikan kesempatan masyarakat untuk bisa bergabung dengan Bakamla RI yang nantinya bisa mengawasi SPKKL yang sudah kita bangun ini,” terang Irvansyah.

Di balik pembangunan fasilitas tersebut, Bakamla RI juga menyoroti sejumlah potensi persoalan keamanan di perairan sekitar Nias.

Irvansyah mengatakan persoalan perikanan menjadi salah satu perhatian yang nyata. Aktivitas kapal di laut lepas juga terus menjadi bagian dari pemantauan, termasuk potensi penggunaan jalur laut untuk aktivitas ilegal.

Menurutnya, jalur laut juga berpotensi dimanfaatkan untuk penyelundupan narkotika.

“Narkoba ini pedagangnya punya banyak uang. Mereka bisa pakai kapal. Ada narkoba yang diselundupkan dengan kapal selam, ada yang pakai udara,” tutur Irvansyah.

Karena itu, Bakamla menilai penguatan sistem pemantauan di kawasan strategis seperti Nias perlu dilakukan.

Irvansyah menegaskan pembangunan SPKKL yang dimulai dengan peletakan batu pertama tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat kehadiran Bakamla RI dalam menjaga keamanan laut di kawasan Nias.

Selain aspek keamanan, Bakamla RI berharap keberadaan SPKKL turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Lebih jauh, Bakamla ingin mendorong masyarakat nelayan dan pesisir agar aktivitas perikanan dapat berkembang hingga memiliki daya saing yang lebih besar.

“Kita juga akan coba merencanakan untuk menghidupkan masyarakat nelayan dan masyarakat pesisir supaya kehidupan lebih meningkat, kemudian produksi juga meningkat, perikanan juga maju sampai bisa ekspor,” katanya.

Baca Juga  Kepala SMP Negeri 1 Patia Sampaikan Ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Irvansyah menekankan pentingnya keberpihakan terhadap masyarakat nelayan Indonesia. Menurutnya, sektor perikanan memiliki posisi penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Sementara itu, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyambut pembangunan SPKKL tersebut. Ia menilai kehadiran fasilitas Bakamla bukan semata pembangunan sebuah gedung, melainkan bagian dari penguatan kehadiran negara dalam menjaga wilayah perairan dan masyarakat pesisir.

“Kami berharap kehadiran SPKKL ini tidak hanya menjadi sebuah bangunan, tetapi menjadi simbol hadirnya negara dalam menjaga wilayah perairan dan melindungi masyarakatnya,” ujar Sokhiatulo.

Ia menyebut pembangunan tersebut memiliki arti strategis bagi Nisel, terutama karena wilayahnya memiliki kawasan perairan yang luas dan berada pada posisi geografis yang berhadapan dengan jalur perairan strategis.

Pemerintah daerah, kata dia, siap memperkuat sinergi dengan Bakamla, TNI, Polri dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keamanan serta keselamatan laut.

Sokhiatulo juga berharap keberadaan SPKKL dapat memperkuat pengawasan terhadap aktivitas kapal dan potensi pencurian hasil laut oleh pihak dari luar wilayah.

Menurutnya, keberadaan institusi Bakamla di Nisel diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat pengawasan terhadap wilayah perairan Nias.

“Laut aman, masyarakat terlindungi, Nias Selatan rumah kita, semakin maju,” pungkas Sokhiatulo.

Harpendik M. Waruwu, S.Pd.

 

 


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *