Warga Korban Longsor Murka, Akses Jalan Belum Dibuka, Pemerintah Sibuk Tanam Durian dan Foto-Foto

Warga Korban Longsor Murka, Akses Jalan Belum Dibuka, Pemerintah Sibuk Tanam Durian dan Foto-Foto
Spread the love

TAPANULI TENGAH –Elangmasnews.com)Kemarahan warga korban longsor di Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, semakin memuncak. Warga menilai Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tidak memiliki skala prioritas dalam menangani dampak bencana yang hingga kini masih mereka rasakan.

Pada Selasa (23/06/2026), Ayulia, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Prof. Mr. Dr. M. Hazairin, Perumahan Griya Indah, mengaku kecewa dan marah melihat aktivitas penanaman pohon durian yang dilakukan pemerintah di lokasi longsor. Menurutnya, hingga saat ini akses jalan menuju kawasan permukiman warga masih belum dibuka secara maksimal, sementara masyarakat masih hidup dalam ketidakpastian pascabencana.

Ayulia mengatakan, setiap kali hujan turun, air dan material lumpur masih masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi tersebut membuat sejumlah keluarga terpaksa mengontrak rumah di luar kawasan terdampak karena khawatir akan keselamatan mereka.

“Kami masih menjadi korban bencana. Saat hujan turun, rumah kami masih terancam. Banyak warga yang terpaksa tinggal di tempat lain. Yang kami butuhkan adalah penanganan nyata, bukan kegiatan seremonial,” ujarnya.Kekecewaan warga semakin bertambah setelah kegiatan penanaman pohon durian tersebut viral di media sosial. Saat awak media melakukan konfirmasi kepada sejumlah warga di sekitar lokasi, mereka mengaku heran sekaligus geram melihat langkah pemerintah yang dinilai lebih mengutamakan pencitraan dibanding menyelesaikan persoalan utama masyarakat.

“Kami kira pemerintah datang membawa alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor. Ternyata yang datang membawa bibit durian, spanduk, lalu berfoto-foto. Setelah itu selesai. Apa seperti ini bentuk kepedulian terhadap korban bencana?” ujar salah seorang warga.

Warga menilai kegiatan tersebut justru menjadi pemandangan yang menyakitkan bagi masyarakat yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan mereka. Menurut mereka, pemerintah seharusnya fokus membuka akses jalan dan memastikan keselamatan warga sebelum melakukan kegiatan lain yang tidak bersifat mendesak.

Baca Juga  Tragedi RSUD Pandan: Bayi Meninggal 3 Jam, Keluarga Curiga Ada Kesalahan Prosedur”

“Apakah sudah tidak ada hati nurani melihat kondisi masyarakat yang masih menderita? Jalan belum terbuka, warga masih kesulitan, tetapi yang diprioritaskan malah penanaman pohon dan dokumentasi untuk dipublikasikan. Kami butuh solusi, bukan pencitraan,” tegas warga lainnya.

Masyarakat juga menyoroti apa yang mereka sebut sebagai budaya pencitraan yang dinilai semakin melekat di lingkungan pemerintahan daerah. Warga mengaku kecewa karena hingga kini penanganan terhadap dampak longsor berjalan lambat, sementara kegiatan-kegiatan seremonial justru terlihat lebih cepat dilaksanakan.

“Kami melihat pemerintah lebih sibuk membuat kegiatan yang bagus di kamera daripada menyelesaikan persoalan masyarakat di lapangan. Korban longsor masih menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji dan foto-foto,” kata warga.

Merasa aspirasi mereka belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, warga meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk turun langsung meninjau lokasi dan melihat kondisi yang sebenarnya.

“Pak Gubernur, tolong lihat penderitaan kami. Akses jalan kami belum pulih, sebagian warga masih mengontrak di luar rumahnya sendiri, dan ketika kami berharap ada solusi, yang datang justru kegiatan tanam durian. Kami berharap pemerintah provinsi turun tangan agar ada tindakan nyata untuk masyarakat,” harap warga.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terkait pembukaan akses jalan dan penanganan menyeluruh terhadap dampak longsor. Sementara itu, kemarahan warga terus berkembang karena mereka merasa kebutuhan mendesak korban bencana belum menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

(Hasanuddin)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *