Dewan Penasehat Spritual DPP LSM ELANG MAS, Jacob Ereste : Spiritual Yang Bersifat Global dan Universal Akan Memposisikan Indonesia Menjadi Mercusuar Penerang Cahaya Untuk Dunia

Dewan Penasehat Spritual DPP LSM ELANG MAS, Jacob Ereste : Spiritual Yang Bersifat Global dan Universal Akan Memposisikan Indonesia Menjadi Mercusuar Penerang Cahaya Untuk Dunia
Spread the love

Dewan Penasehat Spritual DPP LSM ELANG MAS, Jacob Ereste : Spiritual Yang Bersifat Global dan Universal Akan Memposisikan Indonesia Menjadi Mercusuar Penerang Cahaya Untuk Dunia

Banten – Elangmasnews.com – Spiritual diregakkan oleh etika, moral sebagai penyampul akhlak manusia yang diberkahi Tuhan sebagai khalifatullah fil’ardhi di muka bumi. Karenanya, etik yang dibangun oleh tradisi dan budaya masyarakat dalam menyepakati hal-hal yang baik dan terpuji, tidak berprilaku culas dan songong mau seenaknya sendiri mengumbar egosentrisitas dan ambisi pribadi tanpa mengindahkan orang lain — yang mungkin terganggu atau bahkan dirugikan oleh ulah yang culas dan singong itu, patut dan wajib berkaca diri. Karena manusia harus tahu diri sehingga dapat mengenal Tuhan.

Begitulah keyakinan kaum sufi dalam ungkapan yang bijak : _Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu_yang arinya : kenallah dirimu, karena dengan begitu engkau akan mengenal Tuhan.

Dan morolalitas pun akan semakin disadari sebagai oengukuh kepribadian yang oenuh fisiplin dan ketaatan untuk tidak berbuat buruk, kendati tiada seorang pun yang mengawasi perilaku yang hendak diperbuat penuh nilai keburukan, tidak hanya untuk orang lain, tapi juga buruk dan jahat untuk diri sendiri.

Oleh karena itu idealnya semua aktivitas dan kegiatan untuk berbagai jenis naupun bidang pekerjaan, manusia harus mengedepankan nilai-nilai spiritual dari berbagai dimensi, sehingga etika dan moralitas dapat menjadi landasan dalam segenap aktivitas dan pekerjaan yang dilakukan, terutama dalam bidan politik, ekonomi sosial hingga budaya dan keagamaan.

Sebab tidak sedikit dari berbagai kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan itu cuma sekedari bungkusnya saja yang mengatas namakan sosial, ternasuk agama yang acap dijadikan kesing semata untuk mengelabui orang banyak.

Baca Juga  DPC LSM ELANG MAS Pagar Alam Jalin Kemitraan dengan Polres Pagar Alam Perkuat Sinergitas Media dan LSM .

Bahkan dalam aksi sosial misalnya tidak sedikit yang ditumpangi oleh hasrat aji mumpung, atau seperti dalam urusan ibadah haji misalnya, tak cumz dikomersialkan, tapi jugs diolah menjadi semacam tambang duit untuk mengeruk keuntungan pribadi, kelompok atau bahkan yang dilakukan secara keji secara berjamaah.

Nilai-nilai spiritual senakin jelas harus ada di dalam setiap aktivitas dan oekerjaan, terlebih untuk bidang yang terpaut dengan orang lain atau masyarakat lebih luas, terutama dengan yang berkait pada keuangan yang tengah menjadi penyebab masalah, sehingga koruosi di Indonesia semakin merajalela.

Fenomena dari RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Bagi Koruptor di Indonesia yang terkesan alot untuk dibahas oleh DPR RI agar bisa segera disahkan, cukup memberi isyarat bahwa perilaku korupsi di Indonesia sudah begitu mewabah, sehingga anggota dewan yang terhormat di Senayan pun ketar-ketir sambil membayangkan dirinya pun akan didera oleh RUU yang menakutkan dirinya juga pada suatu ketika gilirannya tiba.

Dari fenomena itulah dimensi spiritual perlu diperkuat untuk di semua bidang oekerjaan yang ada di Indonesia. Tidak hanya sebatas eksekutif, legislatif dan yudikatif, tapi dalam seluruh aktivita dan bidang pekerjaan wakib dan patut untuk segera dibangkitkan geraka.

Kesadaran terhadap pemahaman spirirual untuk menjadi landasan semua gerak dan aktivitas pekerjaan, usaha niaga, organisasi politik dan organisasi sosial hingga bidang profesi, akademisi dan kegiatan penelitian harus dan wajib memiliki kesadaran, kemampuan dan kecerdasa spiritual agar etika, moral sebagai pembingkai akhlak mulia manusia dapat terukur dan terukur indah dalam semua produk hasil oekerjaan yang dilakukan yang dapat dipastikan tidak merugikan pihak manapun.

Pada saatnya, gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual harus dapat dijadikan mata pelajaran wajib dari setiap kelas hingga jenjang perguruan tinggi di Indonesia yang semakin rampak merosot dalam kepatuhan terhadap etika dan moral, akibat dari nilai-nilai kemuliaan dari lembaga pendidikan dan perguruan tinggi tergerus oleh arus komersialisasi dan dunia indilustri yang berorientasi pada nilai-nilai material, karena mengabaikan nilai-nilai spiritual.

Baca Juga  Aksi Perampasan Kendaraan Beberapa Pekan Lalu Menuai Sorotan, Wom Finance Langgar Aturan OJK Dan Labrak UUD Konsumen

Karena realitasnya dunia pendidikan di Indonesia sekarang telah menjadi industri bisnis yang orientasinya adalah sebagai sumber pundi-pundi nulai dari proses seseorang hendak masuk ke lembaga pendidikan — sebagai myrud, siswa atau mahasiswa hingga program doktor dan proses untuk memperoleh gelar profesor pun — tidak lagi menjadi rahasia umum sudah bernilai komersial juga.

Atas dasar itulah, gerakan kebangkitan kesadaran pemahaman spiritual perlu segera digerakkan secara lokal, nasional dan internasional, sehingga ikon dari peradaban manusia modern dapat muncul dan tampil dari Indonesia, baik sebagai pelopor maupun sebagai pusat gerakan pengembangan spiritual yang bersifat universal dan global. Sehingga bangsa dan negara Indonesia dapat menjadi mercusuar yang menerangi dunia.

Banten, 31 Oktober 2026


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *