Elangmasnews.com, BATURAJA, OKU, SUMATERA SELATAN — Jamaah Tabligh melaksanakan perjalanan spiritual dengan melakukan iktikaf di Musholla H. Sutan Hambo, Lorong Pelangi, Jalan Sutan Mahmud Badaruddin, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Sabtu, 26 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan dakwah dan ibadah yang dilakukan dengan tujuan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, mengajak umat untuk semakin taat kepada Allah SWT, serta memakmurkan masjid dan musholla melalui pelaksanaan ibadah secara berjamaah.
Perjalanan iktikaf tersebut bukanlah sesuatu yang dapat dipandang sebagai kegiatan sederhana atau sekadar perjalanan biasa. Di dalamnya terdapat proses spiritual untuk memperkuat jati diri seseorang dalam menjalankan ibadah, memperbaiki amal, serta berusaha menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ibadah pada hakikatnya bukan hanya sekadar bersujud di atas sajadah. Nilai-nilai ibadah juga harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui perbuatan, sikap, perilaku, serta akhlak yang baik di tengah masyarakat.
Dalam perjalanan dakwah tersebut, ilmu agama menjadi salah satu dasar penting dalam membentuk kehidupan seorang Muslim. Ilmu tanpa akhlak diibaratkan seperti pohon yang tidak menghasilkan buah. Karena itu, ilmu yang dipelajari diharapkan dapat melahirkan akhlak, amal, dan perbuatan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Sebagaimana ungkapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, “Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dan dengan agama hidup menjadi terarah.” Agama menjadi pondasi dalam menjalani kehidupan serta menjadi pedoman bagi manusia dalam mencari tujuan yang diridai oleh Sang Kholik.
Allah SWT adalah tempat manusia mengadu, memohon pertolongan, serta menyerahkan segala urusan kehidupan. Karena itu, memperbanyak dzikir dan mengingat Allah SWT menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah, agar hati senantiasa dekat kepada-Nya dan setiap langkah kehidupan tetap berada dalam tuntunan agama.
Namun demikian, dzikir tidak hanya berhenti pada ucapan. Perbuatan juga menjadi bagian penting dalam mengamalkan nilai-nilai agama. Dengan mengingat Allah SWT, seorang Muslim diharapkan mampu menjaga langkah, perkataan, sikap, dan perbuatannya agar senantiasa berada pada jalan kebaikan.
Dalam kegiatan iktikaf tersebut, sembilan orang jamaah turut menjalankan perjalanan spiritual, yakni Sunandar, Abdussatta, Abdul Khoir, Abdul Ro’uf, Andi Karol, Maradona, Andre, dan Tarmizi, serta satu jamaah lainnya yang turut menjadi bagian dari rombongan tersebut. Mereka bersama-sama menjalankan iktikaf di Musholla H. Sutan Hambo, Lorong Pelangi.
Adapun tujuan utama perjalanan tersebut adalah untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, mengajak umat agar taat kepada Allah SWT, serta memakmurkan masjid dan musholla dengan melaksanakan shalat secara berjamaah. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan mengingatkan sesama umat Islam tentang pentingnya meningkatkan kualitas ibadah.
Semangat menjalankan dakwah dan ibadah tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi para jamaah yang melakukan perjalanan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan kepedulian terhadap kehidupan beragama, memperbanyak amal ibadah, serta menjaga hubungan baik antarsesama.
Semoga perjalanan spiritual saudara-saudara kita tersebut mendapatkan keberkahan dan membuahkan hasil terbaik bagi mereka serta seluruh umat Muhammad SAW. Cinta kepada Rasulullah SAW merupakan bagian dari kecintaan kepada Allah SWT, dan kecintaan tersebut hendaknya diwujudkan dengan mengikuti sunnah, memperbaiki akhlak, memperbanyak amal kebaikan, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Alhamdulillah.
Pewarta:(M.Tohir).
“Elemen Pejuang Masyarakat”
(EMN.TIMRED).












