Wujudkan Sekolah Aman, Botoma Edukasi Anti-Kekerasan di SMPN 1 Atap Tampahan  

Wujudkan Sekolah Aman, Botoma Edukasi Anti-Kekerasan di SMPN 1 Atap Tampahan   
Oplus_131072
Spread the love

Wujudkan Sekolah Aman, Botoma Edukasi Anti-Kekerasan di SMPN 1 Atap Tampahan

Elangmasnews,com

TOBA, 29 April 2026 – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, aman, dan bebas dari intimidasi terus digalakkan. SMP Negeri 1 Atap Tampahan bekerja sama dengan organisasi Botoma (Boru Toba Marsada) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan”. Acara yang berlangsung di halaman sekolah ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Botoma, Rosanna Napitupulu, dan dihadiri oleh seluruh civitas akademika sekolah.

 

Dalam sambutannya, Rosanna Napitupulu menekankan pentingnya generasi muda memahami hak dan kewajiban dalam menjaga diri. Menurutnya, pengetahuan ini adalah benteng utama agar siswa tidak menjadi korban maupun pelaku tindak kekerasan.

 

“Kami hadir agar adik-adik mampu memahami cara menjaga diri dan melindungi diri dari segala bentuk kekerasan, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun keluarga. Bekal ilmu ini sangat penting agar mereka terhindar dari perlakuan yang merugikan dan paham betul makna perlindungan diri,” ujar Rosanna.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Atap Tampahan, Bapak Jasper Situmeang, S.Pd., M.M, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif tim Botoma Kabupaten Toba. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan pembentukan karakter siswa.

 

“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kunjungan serta edukasi yang diberikan. Materi ini menjadi bekal berharga bagi anak-anak didik kami untuk mengenal jati diri dan membangun karakter yang mulia. Semoga ini memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan akhlak di sekolah kami,” ungkap Jasper Situmeang, S.Pd., M.M.

 

Paparan Materi dan Hukum

 

Kegiatan berlanjut dengan sesi penyuluhan yang dipandu oleh Asri Simanjuntak. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, Asri memaparkan berbagai bentuk kekerasan yang sering terjadi, mulai dari kekerasan fisik, verbal, psikis, hingga pelecehan seksual dan bullying atau perundungan.

Baca Juga  Korban Bencana Masih Hilang, Keluarga Berjuang Sendiri — Di Mana Nurani Pemkab Tapanuli Tengah?

 

“Kekerasan tidak hanya yang terlihat secara fisik, tapi juga ucapan dan sikap yang menyakiti hati. Termasuk bullying yang dilakukan berulang kali, baik secara langsung maupun di media sosial,” jelasnya.

 

Narasumber juga menegaskan landasan hukum yang melindungi anak, merujuk pada UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Pelaku tidak hanya bisa dikenai sanksi sekolah seperti teguran atau skorsing, tetapi juga ancaman hukuman pidana dan denda.

 

Nilai-nilai keagamaan juga menjadi penekanan dalam materi ini, dengan mengutip ayat Alkitab antara lain Efesus 4:29, Matius 7:12, dan Amsal 14:31, yang mengajarkan etika berbicara dan saling menghormati sesama manusia.

 

Sesi Interaktif dan Penutup

 

Suasana kegiatan semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Para siswa tampak antusias bertanya dan menjawab pertanyaan. Siswa yang beruntung dan menjawab dengan benar diberikan hadiah menarik. Dalam sesi ini juga diperkenalkan berbagai program kerja positif Botoma sebagai inspirasi bagi generasi muda.

 

Sebagai penutup, disampaikan pesan tegas: bagi yang menjadi korban, jangan ragu untuk bercerita kepada guru dan orang tua serta simpan bukti. Bagi pelaku, dihimbau untuk segera berhenti, meminta maaf, dan berubah menjadi lebih baik.

 

Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan budaya saling menghargai dan menjadikan sekolah sebagai zona yang benar-benar bebas dari kekerasan.

(S, zebua)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *