TANGERANG — Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat akses dan pemerataan pendidikan melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Upaya tersebut ditandai dengan peresmian tujuh unit sekolah baru yang terdiri dari dua SMA, empat SMK, dan satu Sekolah Khusus (SKH).
Peresmian tersebut dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah, serta dihadiri jajaran pemerintah daerah, DPRD, insan pendidikan, tokoh masyarakat, guru, orang tua, dan peserta didik.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan tujuh USB tersebut memiliki daya tampung sementara mencapai 1.356 peserta didik. Kehadiran sekolah baru diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan dan daya tampung sekolah menengah di Banten.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan tujuh unit sekolah baru,” ujar Andra Soni.
Menurutnya, pembangunan USB merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan, yang juga diperkuat melalui program sekolah gratis bagi SMA, SMK, dan SKH swasta di Provinsi Banten.
Program sekolah gratis tersebut pada tahun pertama telah menjangkau sekitar 60.705 siswa yang tersebar di sekitar 800 SMA, SMK, dan SKH swasta. Pemerintah Provinsi Banten akan terus melakukan evaluasi agar program tersebut semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“USB menjawab kebutuhan ketersediaan dan daya tampung, sedangkan program sekolah gratis memperkuat keterjangkauan pendidikan. Keduanya harus berjalan bersama,” kata Andra.
Ia juga menyoroti peningkatan indikator partisipasi pendidikan di Banten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK sederajat meningkat dari 63,5 persen pada 2024 menjadi 65,28 persen pada 2025.
Sementara itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK sederajat meningkat dari 79,42 persen pada 2024 menjadi 82,97 persen pada 2025, atau naik 3,55 poin persentase.
Meski mengalami peningkatan, Andra menegaskan pemerintah tidak boleh cepat berpuas diri. Menurutnya, masih terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan akses pendidikan menengah bagi anak-anak di Banten.
“Pekerjaan kita belum selesai. Justru angka-angka tersebut menjadi alasan mengapa Pemerintah Provinsi Banten harus terus memperkuat kebijakan pendidikan,” tegasnya.
Fokus Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Inklusif
Dalam pembangunan USB, Pemerintah Provinsi Banten memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan vokasi melalui SMK. Pembangunan sekolah diarahkan untuk memperluas akses pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta potensi ekonomi daerah.
Pemerintah juga mendorong penguatan kemitraan antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi, karakter, serta daya saing, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kewirausahaan.
Sementara pada jenjang SKH, pembangunan sekolah menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam memberikan kesempatan pendidikan yang layak, aman, nyaman, dan berkeadilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Selain pembangunan USB, pemerintah juga menyampaikan adanya dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk periode 2025 hingga 2026, tercatat sekitar 276 sekolah di Provinsi Banten mendapatkan program rehabilitasi, mencakup jenjang SMA, SMK, dan sekolah khusus.
Pemkab Tangerang Siapkan Lahan Sekolah
Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Banten atas pembangunan sekolah baru, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang yang memiliki pertumbuhan penduduk cukup tinggi.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten sangat penting, terutama dalam penyediaan lahan sekolah.
Pemkab Tangerang, kata dia, telah menyiapkan sejumlah lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah tingkat SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.
“Yang sekolah adalah warga kita semua, anak-anak kita semua. Sehingga kolaborasi antara kita menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menyebut beberapa lokasi telah disiapkan untuk mendukung pembangunan sekolah, di antaranya wilayah Cisauk, Sinang Jaya, dan Teluknaga.
Menurutnya, pembangunan sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau rakyat akan maju, daerah akan maju, provinsi maju, nasional maju, tetapi kalau tidak sekolah, itu tidak mungkin. Anak-anak kita harus sekolah. Dengan sekolah mereka bisa pintar, cerdas, dan mendapatkan SDM yang unggul,” katanya.
Peresmian Dirangkai Pelayanan Sosial
Peresmian tujuh USB tersebut juga dirangkaikan dengan berbagai pelayanan langsung kepada masyarakat. Di antaranya penyerahan bantuan sosial dan bantuan pendidikan.
Bantuan tersebut meliputi bantuan sembako, pendidikan bagi anak yatim, bantuan untuk guru ngaji, mushola dan masjid, bantuan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar, jaminan sosial keluarga, bantuan usaha ekonomi produktif, beasiswa program sarjana penggerak desa melalui bantuan keuangan desa, serta bantuan pangan.
Pemerintah Provinsi Banten menegaskan seluruh USB yang telah dibangun akan terus dipantau dan dievaluasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Andra Soni berharap keberadaan sekolah baru tidak hanya menjadi tambahan fasilitas pendidikan, tetapi menjadi pusat lahirnya generasi Banten yang cerdas, unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
“Semoga seluruh unit sekolah baru yang diresmikan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan menjadi tempat lahirnya generasi Banten yang cerdas, unggul, dan berdaya saing,” pungkasnya.
