Lamongan-Elangmasnews.com-Karena akan dikucurkan anggaran Revitalisasi pembangunan gedung sekolah milyaran rupiah tiap sekolah di lamongan.
Para kepala cabang diknas propinsi, kepala diknas kabupaten Lamongan, kepala Kemenag Lamongan juga mau tidak mau akan berbahagia.
Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi perhatian publik menyusul besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah.
Nilainya disebut mencapai sekitar Rp1 miliar hingga Rp4 miliar untuk setiap satuan pendidikan, sesuai kebutuhan dan skema program.
Namun, di balik kucuran dana miliaran rupiah, transparansi dan pengawasan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Sorotan muncul terkait informasi adanya PAUD/TK yang disebut memperoleh anggaran hingga sekitar Rp 4 miliar.
Jika informasi tersebut benar, publik tentu berhak mengetahui dasar penetapan anggaran, volume pekerjaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta hasil pembangunan yang dihasilkan.
Program revitalisasi yang diperkirakan terus bergulir pada tahun (2026–2027) juga berpotensi menarik banyak pihak, termasuk konsultan perencana dan pelaksana konstruksi.
Karena itu, dugaan adanya penggunaan desain maupun RAB yang seragam pada sejumlah sekolah perlu diuji berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan.
Tak kalah penting, informasi mengenai pihak-pihak yang menawarkan jasa pengusulan dana revitalisasi dengan imbalan atau fee juga perlu mendapat perhatian serius.
Jika benar terjadi, praktik semacam itu berpotensi mencederai semangat program pemerintah.
Masyarakat Lamongan kini menunggu keterbukaan data: sekolah penerima, nilai anggaran, sumber dana, jenis pekerjaan, konsultan, pelaksana, hingga hasil pembangunan.
Revitalisasi sekolah harus benar-benar menjadi revitalisasi sarana pendidikan, bukan revitalisasi kepentingan.
Jaringan Masyarakat Lamongan (JAMAL) Dan Kajian Analis Sosial (KALIS) akan terus menelusuri data penerima program revitalisasi sekolah di Lamongan, termasuk kesesuaian antara anggaran, RAB, volume pekerjaan, dan hasil pembangunan di lapangan.
(Maspri)
