Bandung – elangmasnews.com,- Pemerintah Kabupaten Karawang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah dengan menghadiri Malam Puncak Milangkala Tatar Sunda yang digelar di pelataran Gedung Sate, Bandung. Kehadiran Pemkab Karawang diwakili oleh Haji Maslani bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P.
Perhelatan budaya bertema “Napak Tilas Pajajaran” tersebut berlangsung semarak dan menjadi magnet bagi masyarakat serta pegiat budaya dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk kembali meneguhkan identitas budaya Sunda di tengah tantangan modernisasi dan perkembangan global.
Haji Maslani menyampaikan bahwa budaya Sunda merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, kegiatan budaya seperti Milangkala Tatar Sunda memiliki peran penting dalam memperkuat karakter masyarakat berbasis nilai tradisi dan kearifan lokal.
“Budaya adalah identitas. Karena itu, pelestarian budaya Sunda harus menjadi gerakan bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, agar nilai-nilai luhur leluhur tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kirab Budaya Tatar Sunda tahun ini juga menjadi momentum penting untuk mengenang kejayaan sejarah Pajajaran sekaligus mengambil nilai perjuangan, kepemimpinan, dan persatuan yang diwariskan para leluhur Sunda.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menegaskan bahwa napak tilas sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan proses menyerap energi kebudayaan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Napak tilas dilakukan agar kita tidak tercerabut dari akar budaya sendiri. Masa lalu harus menjadi sumber inspirasi dalam membangun Jawa Barat yang berkarakter dan bermartabat,” ujar Kang Dedi Mulyadi.
Malam puncak semakin memukau dengan penampilan drama kolosal “Pajajaran Gugat” yang menyuguhkan kisah sejarah Sunda melalui perpaduan seni teater, musik tradisional, dan visual artistik. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati kawasan Gedung Sate.
Kegiatan Milangkala Tatar Sunda diharapkan mampu menjadi penguat semangat masyarakat dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah sekaligus mempererat persatuan masyarakat Sunda di berbagai generasi.(Red)












