ElangmasNews.com | Lebak,Banten – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Sayuti, warga Desa Sukarendah, Kabupaten Lebak, setelah rumah tempat tinggalnya roboh total akibat kerusakan struktur yang parah.
Saat ini, keluarga tersebut terpaksa menempati tenda darurat yang didirikan di halaman bekas rumah mereka, menghadapi cuaca yang tidak menentu dan keterbatasan fasilitas sehari-hari.Senin(27/04/2026).
Merespons musibah ini, Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten tidak tinggal diam. Pihaknya langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi dan memberikan bantuan awal berupa kebutuhan pokok serta perlengkapan darurat.
Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup mengingat kebutuhan untuk membangun kembali rumah yang layak huni sangat besar.
Sekretaris Forwatu Banten, Riswanto, menilai bahwa kejadian ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih cepat dari pihak berwenang.
Menurutnya, lambatnya respon menunjukkan kurangnya kepekaan sosial terhadap kesulitan yang dialami rakyat kecil.
“Kami melihat kondisi Pak Sayuti dan keluarganya sangat memprihatinkan. Rumah sudah tidak bisa ditempati, mereka harus tidur di tenda dengan segala keterbatasan. Ini adalah tanggung jawab bersama, terutama pemerintah untuk hadir dan membantu,” ujar Riswanto.
Sementara itu, Koordinator Pembangunan Rumah yang ditunjuk oleh Forwatu Banten, Hamdani, menjelaskan bahwa pihaknya telah memulai langkah-langkah konkret untuk memfasilitasi pembangunan rumah baru bagi Sayuti. Saat ini, usulan bantuan sudah disampaikan ke Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Provinsi Banten dan sedang menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan.
“Kami tidak hanya sekadar menagih, tapi juga bergerak mencari solusi. Sudah kami antarkan usulan ke UPZ, tinggal menunggu proses selanjutnya.
Namun, bantuan dari masyarakat dan donatur juga sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pembangunan,” ungkap Hamdani.
Oleh karena itu, Forwatu Banten mengajak seluruh donatur, perusahaan, lembaga sosial, dan masyarakat luas untuk bergerak bersama memberikan bantuan. Bantuan dapat berupa material bangunan, dana tunai, maupun tenaga kerja sukarela.
“Mari kita buka hati dan tangan untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Sedikit bantuan dari kita akan sangat berarti bagi mereka untuk bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak,” ajak Riswanto.
Pihak Forwatu Banten juga menyatakan siap menjadi jembatan dan memastikan seluruh bantuan yang masuk disalurkan secara transparan dan tepat sasaran kepada keluarga Sayuti.
(Achmad)







