Ketika Etika dan Akal Sehat Mati, Sungai Menjadi Tempat Pelecehan oleh Tangan Manusia

Ketika Etika dan Akal Sehat Mati, Sungai Menjadi Tempat Pelecehan oleh Tangan Manusia
Spread the love

ElangmasNews.com, Babakan Madang, Bogor – Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, kini berubah menjadi korban kebiadaban perilaku manusia yang kehilangan etika dan akal sehat. Tumpukan sampah rumah tangga, limbah plastik, hingga berbagai kotoran lain terus dibuang sembarangan ke aliran sungai tanpa rasa bersalah. Kondisi ini bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan bentuk nyata pelecehan terhadap alam yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus. Dan ini terjadi disungai diwilayah Desa Citaringgul Kecamatan Babakan Madang Bogor

Ironisnya, sebagian masyarakat masih menganggap sungai sebagai “tempat sampah raksasa” yang bisa menelan apa saja. Kebiasaan buruk itu menunjukkan rendahnya kesadaran lingkungan sekaligus kegagalan moral dalam menjaga warisan alam untuk generasi mendatang. Ketika etika mati dan akal sehat ditinggalkan, sungai diperlakukan seperti barang tak bernilai yang bebas dicemari kapan saja.

Akibatnya sangat nyata. Sungai yang dahulu jernih kini berubah keruh, berbau menyengat, dipenuhi sampah mengapung, bahkan menjadi penyebab banjir dan sumber penyakit. Saat hujan deras datang, masyarakat sendiri yang akhirnya menjadi korban dari perbuatannya. Drainase tersumbat, aliran air tersendat, dan pemukiman terendam banjir akibat gunungan sampah yang dibuang sembarangan.

Lebih memprihatinkan lagi, lemahnya pengawasan dan minimnya tindakan tegas membuat perilaku merusak lingkungan terus berulang. Seolah tidak ada efek jera bagi para pelaku pembuang sampah ke sungai. Pemerintah daerah dan aparat terkait didesak untuk tidak hanya sibuk dengan slogan kebersihan semata, tetapi benar-benar turun melakukan pengawasan, edukasi, hingga penindakan nyata terhadap para pencemar lingkungan.

Sungai bukan tempat pembuangan dosa manusia. Sungai adalah urat nadi kehidupan yang seharusnya dijaga, dihormati, dan dirawat bersama. Jika masyarakat terus abai dan pemerintah tetap lemah dalam penegakan aturan, maka kehancuran lingkungan tinggal menunggu waktu.

Baca Juga  Polsek Ujung Tanah Tingkatkan Patroli Malam, Wujudkan Kamtibmas Kondusif Pilkada Serentak

Sudah saatnya muncul kesadaran kolektif bahwa membuang sampah ke sungai bukan kebiasaan sepele, melainkan tindakan tidak beradab yang mencerminkan krisis moral dan rendahnya tanggung jawab sosial terhadap lingkungan hidup.

(US / Firly Nugraha)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *