ElangmasNews.com, BOGOR – Kepala SDN 2 Taman Sari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memberikan hak jawab atas pemberitaan sebelumnya yang dimuat Media Elangmasnews.com pada 11 Mei 2026 berjudul “Miris, pungli terjadi lagi di SDN Taman Sari 02, rapat digelar tanpa dihadiri seluruh wali murid.”
Dalam hak jawab yang disampaikan pada 18 Mei 2026, Kepala SDN 2 Taman Sari, Riswati, menegaskan bahwa pihak sekolah menolak hasil rapat yang dilakukan Komite Sekolah bersama sebagian wali murid terkait iuran kegiatan samen atau kenaikan kelas. Penolakan tersebut dilakukan karena rapat dinilai tidak memenuhi kuorum dan tidak mewakili seluruh orang tua siswa.
Menurut Riswati, iuran sebesar Rp35 ribu per siswa merupakan usulan dari Komite Sekolah untuk kegiatan samen kenaikan kelas yang awalnya direncanakan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah.
“Setelah saya mengetahui yang hadir tidak memenuhi kuorum dan tidak mewakili seluruh wali murid, saya menolak hasil rapat tersebut. Acara samenan akhirnya akan dilaksanakan secara sederhana di sekolah, tepatnya di ruang kelas,” jelas Riswati.
Ia juga membantah adanya dugaan pungutan liar di lingkungan sekolah. Menurutnya, pihak sekolah tidak pernah menginstruksikan pungutan yang memberatkan orang tua murid.

Selain itu, Riswati turut menepis tudingan terkait dugaan pengalihan dana pembangunan mushola untuk kegiatan samen kenaikan kelas. Ia menegaskan dana mushola tetap digunakan sesuai peruntukannya dan dikelola oleh Komite Sekolah.
“Dana mushola belum ada realisasi penuh karena masih dalam tahap pengumpulan dan perencanaan. Tidak benar dana tersebut dialihkan untuk kegiatan samen,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riswati menjelaskan bahwa pembangunan mushola sebenarnya sudah mulai berjalan sejak 1 April 2026 dengan tahap awal pembangunan pondasi. Sebagian dana yang telah terkumpul juga disebut telah digunakan untuk pembelian material bangunan seperti semen dan batako.

“Untuk pembangunan mushola itu dari 1 April sudah pembangunan pondasi. Sisanya dibelikan barang seperti semen dan batako. Dana iuran mushola memang sudah dilaksanakan sejak 1 April 2026 dan yang terkumpul kurang lebih Rp10 juta. Yang belanja juga dari pihak komite,” ungkapnya.

Pihak sekolah menyatakan hak jawab ini disampaikan agar masyarakat, khususnya para orang tua siswa, mendapatkan informasi yang berimbang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Riswati juga menegaskan bahwa dirinya terbuka apabila ada pihak yang ingin melakukan klarifikasi maupun pengecekan langsung ke sekolah terkait penggunaan dana maupun kegiatan sekolah lainnya.
Tim/Red







