KARAWANG, ELANGMASNEWS.COM – Proyek pembangunan turap oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum di Lingkungan Kosambijaya, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, menuai sorotan tajam dari warga. Proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut diduga dikerjakan secara tambal sulam dan minim transparansi, Senin (27/4/2026).
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kondisi turap di lokasi tidak sepenuhnya dibangun baru. Menurutnya, masih terdapat struktur lama yang tidak dibongkar, melainkan langsung ditimpa dengan konstruksi baru.
“Kalau dilihat, ini bukan bangunan baru sepenuhnya. Masih ada turap lama yang ditimpa. Jadi terkesan tambal sulam,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, meskipun terlihat ada proses penggalian di beberapa bagian, struktur lama tetap dipertahankan tanpa kejelasan mengenai kondisi dan kekuatannya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas serta daya tahan bangunan dalam jangka panjang.
Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di area pekerjaan. Padahal, papan tersebut merupakan bagian penting dari keterbukaan informasi publik, yang memuat nilai anggaran, volume pekerjaan, serta spesifikasi teknis proyek.
“Tidak ada papan proyek. Kita tidak tahu anggarannya berapa, panjang pekerjaan, atau detail lainnya. Ini kan proyek pemerintah, seharusnya terbuka,” katanya.
Warga turut mengeluhkan minimnya pengawasan di lapangan. Menurut mereka, pihak pengawas maupun pemborong jarang terlihat selama proses pengerjaan berlangsung.
“Sebagai warga, kami merasa dirugikan. Turap lama ditimpa begitu saja, tapi kita tidak tahu kualitasnya seperti apa,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, panjang turap yang sedang dikerjakan diperkirakan mencapai sekitar 350 meter. Namun, penggunaan material serta metode pelaksanaan belum diketahui secara pasti oleh masyarakat sekitar.
Sementara itu, petugas dokumentasi di lokasi proyek, Farhan, menjelaskan bahwa pekerjaan telah berlangsung selama kurang lebih 15 hari. Ia menyebutkan, turap yang dibangun memiliki ketinggian sekitar 1,5 meter, dengan lebar pondasi bawah 50 sentimeter dan lebar bagian atas 1 meter.
Terkait tidak adanya papan informasi proyek, Farhan mengaku pihak pelaksana tidak menerima papan tersebut dari pihak BBWS.
“Kalau papan informasi, katanya dari Balai tidak diberikan ke pelaksana. Untuk mandor, namanya Pak Ahmad,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, ELANGMASNEWS.COM masih berupaya mengonfirmasi pihak BBWS Citarum terkait volume pekerjaan, nilai kontrak, serta metode pelaksanaan proyek guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
(RED)











