BBM Antri, Gas Menghilang dan Mahal. Gayanaji Komisi I DPRD Wajo Warga Nilai Cuma Pencitraan

BBM Antri, Gas Menghilang dan Mahal. Gayanaji Komisi I DPRD Wajo Warga Nilai Cuma Pencitraan
Spread the love

ElangmasNews.com, WAJO – Antrean panjang di SPBU di kota Sengkang dan hilangnya Gas LPG 3 kg dari pasaran menjadi pemandangan sehari-hari masyarakat Kabupaten Wajo saat ini. Ditambah harganya yang melambung, beban hidup warga di Bumi Lamaddukkelleng semakin berat dan langsung terasa hingga ke dapur rumah tangga dan pelaku UMKM. (15/08/2026).

Sejak beberapa minggu terakhir, warga harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Di sisi lain, Gas 3 kg menghilang dari pangkalan resmi dan kalaupun ada dijual di atas HET Rp35.000 oleh pengecer. “BBM antri, Gas susah dicari. Kalau ada harganya mahal Iye. Semua serba naik. Beras naik, sayur naik, ongkos juga naik. Yang kena imbasnya kami masyarakat kecil,” ujar seorang warga Sengkang, Sabtu 15/8/2026.

Keluhan ini semakin besar karena sebelumnya Komisi 1 DPRD Wajo sempat turun langsung ke lapangan dengan rombongan dan kamera. Namun menurut warga, kegiatan tersebut tidak memberikan dampak apa-apa. “Itu cuma gaya-gayaan saja. Datang, foto-foto, habis itu hilang. Antrean tetap panjang, gas tetap mahal dan langka. Tidak ada solusi nyata untuk kami,” keluh warga Kecamatan Tempe.

Melihat kondisi ini, LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Wajo mendesak pemerintah daerah bersama aparat terkait untuk segera bertindak nyata. Diantaranya memperketat pengawasan distribusi Gas 3 kg agar tepat sasaran dan tidak ditimbun, menambah titik pangkalan resmi di desa-desa, memastikan subsidi BBM dan Gas benar-benar sampai ke masyarakat kurang mampu, serta membuka posko pengaduan. “Kami minta ada solusi yang bisa kita lihat bersama hasilnya. Jangan sampai turun ke lapangan hanya untuk gaya-gayaan dan pencitraan. Rakyat Wajo butuh bukti, bukan janji,” tegas Bupati LIRA Wajo, Abrar Mattalioe

Baca Juga  Pasar Sukaramai Ditutup Pagar Besi, Para Pedagang Pasar Mengeluh dan Omset Penjualan Merosot.

Di usia 81 tahun kemerdekaan RI, masyarakat berharap kemerdekaan juga berarti terbebas dari antrean BBM dan mahalnya Gas. Karena kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat bisa hidup tenang tanpa dibebani kebutuhan pokok.

 

**Baramakassar


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *