BUKAN SEKADAR SEREMONI! BAHARUDDIN SIAGIAN PAPARKAN POTENSI BATU BARA DI HADAPAN MENKO PANGAN ZULKIFLI HASAN, DORONG EKONOMI DESA HINGGA PELUANG EKSPOR
BATU BARA – Elangmasnews.com-Penguatan ekonomi desa, pengembangan produk unggulan daerah, hingga peluang ekspor komoditas pertanian dan UMKM menjadi sorotan dalam pertemuan Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Baharuddin memaparkan sejumlah potensi strategis Kabupaten Batu Bara yang dinilai dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemaparan itu berlangsung dalam kegiatan Konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN), sekaligus pelantikan relawan DPD PAN Kabupaten Batu Bara, di Singapore Land Hotel, Kecamatan Sei Balai, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Zulkifli Hasan, yang menjabat sebagai Ketua Umum PAN sekaligus Menko Bidang Pangan RI. Hadir pula Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., serta sejumlah pejabat pusat dan daerah, anggota DPR RI, DPRD, unsur Forkopimda, pengurus PAN, kader, dan relawan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
OVOP Jadi Strategi Mengangkat Potensi Desa
Di hadapan para undangan, Bupati Baharuddin menegaskan bahwa Kabupaten Batu Bara memiliki potensi besar di sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang perlu terus dikembangkan agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Salah satu langkah yang akan didorong Pemerintah Kabupaten Batu Bara ialah program One Village One Product (OVOP), yakni pengembangan satu produk unggulan di setiap desa sesuai dengan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing.
Melalui program tersebut, desa diharapkan tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan produk bernilai tambah yang memiliki daya saing dan dapat menembus pasar yang lebih luas.
Pengembangan produk unggulan desa juga diharapkan membuka peluang usaha baru, memperluas lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat di tingkat desa.
Jika dijalankan secara konsisten, program OVOP berpotensi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal dan mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Batu Bara.
Bidik Peningkatan PAD Lewat Ekspor dan Penguatan Pelabuhan
Tak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi desa, Bupati Baharuddin juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan ekspor komoditas pertanian dan produk UMKM unggulan Kabupaten Batu Bara.
Menurutnya, potensi daerah perlu didukung infrastruktur distribusi dan perdagangan yang memadai agar hasil produksi masyarakat dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam kaitan itu, Baharuddin berharap Pelabuhan Pangkalan Dodek dan Pelabuhan Tanjung Tiram dapat dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara sehingga pemanfaatannya lebih optimal dalam menunjang aktivitas ekonomi daerah.
Pengelolaan pelabuhan yang efektif diharapkan mampu memperlancar distribusi barang, mendukung pemasaran hasil pertanian dan produk UMKM, serta membuka peluang ekspor komoditas unggulan daerah.
Harapan tersebut sekaligus menyoroti pentingnya dukungan kebijakan dan koordinasi dengan pemerintah pusat agar potensi sektor pertanian, UMKM, dan kepelabuhanan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Zulkifli Hasan: Kebijakan Harus Berpihak kepada Rakyat
Sementara itu, Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menyoroti kondisi masyarakat nelayan yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Ia menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan harus berpihak kepada masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Maka kita harus berjuang berpihak dengan kebijakan-kebijakan yang akan menaikkan kemakmuran rakyat,” tegas Zulkifli Hasan.
Menurutnya, pengembangan kampung nelayan menjadi salah satu fokus yang perlu mendapat perhatian. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kehidupan masyarakat pesisir melalui dukungan terhadap kebutuhan nelayan, pengembangan potensi lokal, dan peningkatan aktivitas ekonomi.
Bagi Kabupaten Batu Bara yang memiliki potensi sektor pesisir, perhatian terhadap kampung nelayan menjadi bagian penting dalam upaya memperluas manfaat pembangunan, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan.
Sinergi Pusat dan Daerah, Seberapa Besar Dampaknya bagi Masyarakat?
Pertemuan antara Bupati Baharuddin dan Menko Pangan Zulkifli Hasan menjadi momentum untuk menyampaikan potensi serta kebutuhan pembangunan Kabupaten Batu Bara di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Namun, pengembangan potensi daerah tentu membutuhkan langkah konkret, mulai dari kebijakan yang mendukung, pendampingan pelaku UMKM, penguatan produksi pertanian, hingga tersedianya infrastruktur distribusi yang memadai.
Program OVOP, pengembangan ekspor, optimalisasi pelabuhan, dan penguatan kampung nelayan diharapkan tidak berhenti pada tataran gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, potensi yang dimiliki Kabupaten Batu Bara diharapkan dapat diubah menjadi peluang ekonomi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Relawan PAN Kabupaten Batu Bara sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan penguatan peran relawan di daerah.
Melalui momentum tersebut, harapan besar diarahkan pada terwujudnya pembangunan yang mampu memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan produk unggulan desa, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Batu Bara.
Kini, tantangan utamanya adalah memastikan setiap peluang dan gagasan tersebut berujung pada program nyata, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.
(Zen topan)

