Koalisi LSM AMAK “Gedor” Polres: Dugaan Malpraktik di RSUD Pandan Disorot Keras, Bayi Meninggal Dunia Jadi Alarm Serius

Koalisi LSM AMAK “Gedor” Polres: Dugaan Malpraktik di RSUD Pandan Disorot Keras, Bayi Meninggal Dunia Jadi Alarm Serius
Spread the love

Tapanuli Tengah —Elangmasnews.com)Aroma dugaan malpraktik di RSUD Pandan kini tak lagi bisa ditutup rapat. Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (LSM-AMAK) secara resmi “menggedor” Polres Tapanuli Tengah dengan laporan serius yang menuntut pengusutan tanpa kompromi, sabtu. 2/5/2026)

 

Laporan tersebut tidak main-main. Nama Direktur RSUD Pandan, dr. AOYAGIE, MM, ikut terseret dalam pusaran dugaan kelalaian fatal yang diduga terjadi dalam tindakan medis operasi caesar terhadap pasien Tiur Lamganda Simamora—yang berujung pada meninggalnya bayi yang dikandung, Selasa, 27 April 2026.

 

Tiga kekuatan LSM turun bersatu: LSM Elang Mas (Immer Silitonga), LSM Foal Independen (I. Steven Pasaribu), dan LSM Wibara (Jontua Situmeang). Mereka sepakat, kasus ini tidak boleh berhenti sebagai “insiden medis biasa”.

 

Ketua DPC LSM Elang Mas, Immer Silitonga, dengan nada tegas menyatakan bahwa pihaknya mencium adanya kejanggalan serius dalam proses penanganan medis.

 

“Ini bukan sekadar dugaan—ini alarm keras bagi dunia kesehatan di daerah ini. Kami melihat ada indikasi kelalaian yang berpotensi merenggut nyawa. Kalau ini dibiarkan, kepercayaan publik terhadap rumah sakit bisa runtuh total,” tegasnya di hadapan awak media.

 

Ia juga menekankan bahwa laporan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk tekanan publik agar aparat penegak hukum tidak bermain-main.

 

“Jangan sampai hukum tumpul ke atas. Kami ingin proses ini dibuka seterang-terangnya. Siapa yang bertanggung jawab harus dipanggil, diperiksa, dan jika terbukti, diproses tanpa pandang bulu,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua DPC LSM Wibara, Jontua Situmeang, bahkan menyatakan pihaknya siap “mengguncang” hingga ke level lebih tinggi jika penanganan dinilai lamban atau tidak transparan.

Baca Juga  Selamat Tahun Baru 2026! Pemimpin Redaksi Sorotanpublic.com Muh Arifin Sulsel dan Tim Mengucapkan Harapan Baik

 

“Kami tidak akan berhenti di sini. Kami kawal sampai ke pengadilan. Bila perlu, kami bawa langsung ke Polda Sumatera Utara. Ini soal nyawa manusia, bukan perkara sepele yang bisa ditutup-tutupi,” ujarnya dengan nada keras.

 

Koalisi LSM AMAK juga mendesak manajemen RSUD Pandan untuk segera buka suara, bukan berdiam diri seolah tak terjadi apa-apa. Sikap bungkam dinilai justru memperkuat kecurigaan publik.

 

“Diam itu bukan solusi. Justru menimbulkan pertanyaan besar: ada apa yang disembunyikan?” kata salah satu perwakilan koalisi.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam masyarakat Tapanuli Tengah. Banyak pihak menilai, jika benar terjadi kelalaian medis, maka ini adalah bentuk kegagalan serius dalam pelayanan kesehatan yang seharusnya menjamin keselamatan pasien.

 

Publik pun menunggu langkah tegas dari kepolisian. Apakah kasus ini akan dibongkar hingga tuntas, atau justru menguap tanpa kejelasan—semuanya kini berada di tangan aparat penegak hukum.

 

Satu hal yang pasti, tekanan publik terus menguat. Dan kali ini, Koalisi LSM AMAK memastikan: mereka tidak akan mundur selangkah pun sampai kebenaran benar-benar terungkap.

(Tim)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *