Gen Z Karawang Didorong Garap Hilirisasi Sawit, Pemkab Bidik 1.000 UMKM Naik Kelas dalam Tiga Tahun

Gen Z Karawang Didorong Garap Hilirisasi Sawit, Pemkab Bidik 1.000 UMKM Naik Kelas dalam Tiga Tahun
Spread the love

KARAWANG – Elangmasnews.com,- Limbah dan produk turunan kelapa sawit dinilai memiliki potensi besar untuk menciptakan peluang usaha baru bagi generasi muda di Kabupaten Karawang. Potensi tersebut menjadi fokus dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit yang digelar Majalah Sawit Indonesia bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada 4–5 Juni 2026 di Karawang.

Kegiatan ini tidak hanya membahas teori bisnis, tetapi juga memperkenalkan berbagai peluang hilirisasi sawit, mulai dari pengolahan bahan turunan untuk produk pangan (oleofood), sabun, lilin aromaterapi, hingga pakan ternak dan pemanfaatan limbah sawit bernilai ekonomi.

Pemkab Dorong UMKM Jadi Pelaku Industri

Pesan Bupati Karawang Aep Syaepuloh yang berhalangan hadir disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, H. Dindin Rachmadhy.

Menurut Dindin, keberadaan 14 kawasan industri dan sekitar 1.789 pabrik di Karawang harus mampu menjadi peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk masuk dalam rantai pasok industri.

“Pak Bupati berharap masyarakat Karawang tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. UMKM harus mampu mengambil peran dalam ekosistem industri yang berkembang di Karawang,” kata Dindin saat membuka kegiatan.

Ia juga mengungkapkan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan UMKM yang tercermin dari peningkatan anggaran pembinaan. Dalam tiga tahun terakhir, anggaran tersebut meningkat dari Rp2,5 miliar menjadi Rp13 miliar pada 2026.

“Peningkatan anggaran ini harus berdampak pada lahirnya lebih banyak pelaku usaha yang mampu berkembang dan berdaya saing,” ujarnya.

Tantangan UMKM Masih Besar

Data Pemkab Karawang mencatat terdapat sekitar 311 ribu UMKM yang telah terdata. Jumlah tersebut diperkirakan dapat mencapai 400 ribu unit usaha apabila memasukkan pelaku usaha yang belum terdaftar.

Baca Juga  Lakukan Eksebisi di Open Tournament Domino Makassar 2025, Gubernur Kaltara Kalahkan Ketua Umum PB PORDI

Meski demikian, Dindin mengakui masih sedikit UMKM yang berhasil naik kelas dengan skala usaha dan omzet yang signifikan.

Karena itu, hilirisasi sawit dinilai dapat menjadi salah satu sektor strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

“Karawang selama ini lebih dikenal sebagai wilayah lintasan distribusi minyak sawit mentah (CPO). Padahal nilai ekonomi terbesar justru berada pada produk turunannya. Ini peluang yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Fokus pada Produk, Perizinan dan Pemasaran Digital

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi terkait pengembangan produk berbasis sawit, perhitungan biaya produksi, strategi pemasaran, hingga pengurusan legalitas usaha.

Materi yang diberikan meliputi:

Pemanfaatan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah seperti tepung pangan dan briket arang.

Simulasi perhitungan harga pokok produksi (HPP) produk turunan sawit.

Pendampingan pengurusan sertifikasi halal, PIRT, dan akses pasar.

Strategi pemasaran digital melalui platform media sosial dan marketplace.

Penyelenggara menilai pendekatan tersebut penting untuk menarik minat generasi muda yang memiliki kemampuan dalam branding dan pemasaran digital.

Peserta Mulai Lirik Produk Turunan Sawit

Salah satu peserta, Siti Nurhaliza (22), pelaku usaha kue kering di Karawang, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai penggunaan bahan berbasis sawit untuk produk pangan.

Menurutnya, informasi yang diperoleh dalam workshop berpotensi membantu efisiensi biaya produksi usahanya.

“Saya baru mengetahui bahwa ada produk turunan sawit yang bisa menjadi alternatif bahan baku pangan dengan harga lebih kompetitif. Ini membuka peluang untuk pengembangan usaha ke depan,” katanya.

Target 1.000 UMKM Champion

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Karawang bersama BPDP dan Majalah Sawit Indonesia berencana menjalankan program inkubasi bagi peserta yang dinilai memiliki potensi usaha.

Program tersebut mencakup pendampingan legalitas usaha, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, perbaikan kemasan produk, hingga akses jaringan pemasaran dan kemitraan industri.

Baca Juga  FGD Bedah Tuntas Penetapan Upah Minimum Sumut 2026, Pemerintah Harus Intervensi Kebutuhan Pokok

Pemkab Karawang menargetkan lahirnya 1.000 UMKM champion berbasis sawit dalam tiga tahun mendatang.

“Peserta yang serius akan kami dampingi secara berkelanjutan. Tujuannya agar mereka mampu masuk ke pasar yang lebih luas dan menjadi bagian dari rantai pasok industri di Karawang,” ujar Dindin.

Program ini diharapkan dapat mendukung visi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan, memperkuat sektor UMKM, serta menciptakan nilai tambah baru dari industri sawit dan turunannya.

Workshop tersebut turut dihadiri akademisi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), perwakilan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), serta komunitas wirausaha muda Karawang.(Red)


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *