Refleksi Hari Lahir Pancasila: Menjaga Kedaulatan Negara, Merawat Persaudaraan Setia Hati Terate

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Menjaga Kedaulatan Negara, Merawat Persaudaraan Setia Hati Terate
Spread the love

ElangmasNews.com, Lamongan – Salam Persaudaraan! Salam Pancasila!
Saudara-saudara saya, warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di mana pun berada. Tepat pada tanggal 1 Juni ini, bangsa Indonesia kembali memperingati momentum bersejarah, Hari Lahir Pancasila. Bagi kita, insan Setia Hati, Pancasila bukanlah sekadar semboyan negara, melainkan napas yang sangat selaras dengan ajaran budi pekerti luhur yang selama ini kita pegang teguh.

Ajaran PSHT dan nilai-nilai Pancasila adalah dua mata uang yang saling melengkapi dalam membentuk karakter ksatria Nusantara seutuhnya:

1. Ketuhanan dan Kemanusiaan: Ajaran Setia Hati mendidik kita untuk senantiasa meyakini kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, serta mewujudkannya melalui sikap Memayu Hayuning Bawana—menjaga kedamaian, kelestarian, dan kesejahteraan hidup antar sesama manusia.

2. Persatuan dalam Persaudaraan: Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, adalah wujud nyata dari asas Persaudaraan di PSHT yang kekal abadi; ikatan batin yang tidak pernah membedakan pangkat, derajat, maupun latar belakang.

3. Ketaatan pada Hukum dan Keadilan: Sikap seorang pendekar sejati adalah tunduk pada kebenaran dan konstitusi. Keadilan hanya bisa terwujud jika kita memiliki kedewasaan jiwa untuk menghormati dan mematuhi tatanan hukum negara tanpa syarat.

Pesan Kebangsaan dan Persaudaraan untuk Seluruh Warga PSHT

Di tengah dinamika dan ujian yang sedang mendera keutuhan organisasi kita saat ini, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran batin. Sebagai Ketua Umum, saya berpesan sekaligus mengajak seluruh dulur-dulur dari Sabang sampai Merauke & se dunia:

1. Jadilah Pendekar yang Taat Konstitusi: Seorang warga Setia Hati sejati tidak akan pernah menabrak hukum negara. Mari kita jaga marwah organisasi dengan tetap berdiri kokoh pada putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Ketaatan pada hukum adalah wujud pengamalan Pancasila yang paling nyata, sebuah bukti bahwa kita adalah warga negara dan warga PSHT yang beradab.

Baca Juga  Bantahan Sahidin/Menir Perihal Berita Viral di Medsos, Yang Merugikan Nama Baiknya.

2. Jangan Mudah Terprovokasi dan Terpecah Belah: Tutup rapat-rapat ruang perpecahan. Jangan biarkan ambisi segelintir pihak yang terus mencoba memproduksi manuver demi kepentingan eksistensi—yang mengorbankan akar rumput—merusak persaudaraan kita. Tetap tenang, jangan merespons kegaduhan dengan kegaduhan.

3. Dengarkan Perintah Batin: Gunakan nalar dan kemurnian hati nurani. Kebenaran sejati tidak bisa direkayasa dengan dalih apa pun. Mari kita buang ego pribadi, saling merangkul, dan meletakkan kepentingan pelestarian ajaran murni PSHT di atas kepentingan kelompok.

4. Tebar Kebaikan di Tengah Masyarakat: Jadilah teladan di lingkungan masing-masing. Buktikan kepada negara dan masyarakat bahwa warga PSHT adalah manusia-manusia berbudi pekerti luhur yang membawa rasa aman, persatuan, dan ketenteraman.

Mari kita jadikan peringatan Hari Lahir Pancasila ini sebagai tonggak spiritual untuk semakin memperkokoh kedaulatan negara dan menyatukan kembali kepingan-kepingan persaudaraan kita. Yakinkan dalam batin bahwa badai pasti berlalu, sebab kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri—Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi, menuntun, dan meridai langkah perjuangan kebenaran kita semua.

Salam Persaudaraan!

Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc.(Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate)

M SUPRIYONO (Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate Lamongan)

Red


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *