Karawang, Kutawaluya – Rabu, 21 Januari 2026 —BUMDes bersama para pelaku UMKM Desa Sindangmulya mengeluhkan sulitnya menjalin kerja sama dengan pihak Yayasan Cahaya Bintang Pertiwi yang mengelola Dapur MBG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di wilayah tersebut.
Keluhan ini mencuat setelah adanya kesepakatan awal yang hingga kini dinilai tidak terealisasi.
BUMDes dan perwakilan UMKM sebelumnya telah berkunjung langsung ke Dapur MBG Sindangmulya dan bertemu dengan Parhan selaku Kepala SPPG Sindangmulya. Dalam pertemuan tersebut, mereka diterima dengan baik dan diarahkan untuk menemui Ibu Tri selaku Ketua Yayasan Cahaya Bintang Pertiwi.
Menurut keterangan BUMDes, dalam pertemuan dengan Ibu Tri telah tercapai kesepakatan bahwa BUMDes dan UMKM Desa Sindangmulya akan menyuplai seluruh kebutuhan Dapur MBG, dengan pengecualian komoditas sayuran.
Pengecualian tersebut, kata mereka, merupakan permintaan langsung dari Ibu Tri yang meminta agar sayuran tidak disuplai oleh BUMDes maupun UMKM setempat.
Namun, hingga kini kesepakatan tersebut belum juga berjalan. BUMDes dan para pelaku UMKM mengaku mengalami kesulitan untuk mulai menyuplai kebutuhan dapur MBG. Bahkan, mereka mengaku kerap dipersulit untuk bertemu kembali dengan Ibu Tri dengan berbagai alasan yang belum jelas.
“Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama. Tapi sampai hari ini, kami belum bisa menyuplai apa pun dan sulit bertemu langsung dengan pihak yayasan,” ungkap salah satu perwakilan BUMDes.
Situasi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan BUMDes dan UMKM Desa Sindangmulya. Mereka berharap adanya kejelasan dari pihak Yayasan Cahaya Bintang Pertiwi agar kerja sama yang semula diharapkan dapat mendorong perekonomian desa benar-benar bisa direalisasikan secara transparan dan adil.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Cahaya Bintang Pertiwi belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan BUMDes dan para pelaku UMKM Desa Sindangmulya. ( RED )











