Batubara Asahan Sumatera Utara,Elangmasnews.com – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Komando Resor Militer (Korem) 022/Pantai Timur bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menggelar latihan gabungan penanggulangan bencana terpadu. Kegiatan ini berlangsung di kawasan PT Inalum, Kabupaten Batubara, dan diikuti oleh personel TNI serta karyawan perusahaan, Kamis (28/8/2025).
Latihan ini menjadi langkah nyata sinergi antara TNI dan perusahaan dalam menciptakan budaya tanggap darurat di lingkungan kerja sekaligus masyarakat sekitar. Sejumlah skenario darurat disimulasikan, mulai dari gempa bumi, kebakaran, banjir, kedaruratan limbah B3 medis, pandemi penyakit menular, hingga potensi kerusuhan sosial.
Danrem 022/PT, Kolonel Inf Agus Supriyono, menegaskan bahwa kesiapsiagaan adalah hal mendasar dalam menghadapi bencana. Menurutnya, setiap pihak harus mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi. “Melalui latihan ini, kita belajar merespons dengan sigap, bekerja sama secara solid, serta menjaga keselamatan bersama. Sinergi antara Korem 022/PT, PT Inalum, dan instansi terkait harus terus diperkuat agar mampu menghadapi setiap potensi bencana secara tenang dan efisien,” tegasnya.
Selain melatih kecepatan respons, kegiatan ini juga mengajarkan prosedur evakuasi, sistem koordinasi antarunit, hingga mitigasi risiko yang harus diterapkan di lapangan. Dengan begitu, seluruh peserta diharapkan memahami pola kerja terpadu dalam menghadapi kondisi darurat.
Kepala Departemen Keamanan PT Inalum, Firman Usman, menyampaikan apresiasinya kepada Korem 022/PT atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam latihan bersama menjadi nilai tambah dalam menjaga keamanan dan keselamatan. “Latihan ini bukti nyata sinergitas antara TNI dan perusahaan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut tidak hanya dalam penanggulangan bencana, tetapi juga di bidang strategis lainnya,” ungkap Firman.
Pihak PT Inalum menilai bahwa bencana bukan hanya ancaman bagi keselamatan jiwa, tetapi juga dapat mengganggu keberlangsungan operasional dan merusak lingkungan. Karena itu, membangun budaya kewaspadaan menjadi prioritas yang harus ditanamkan kepada seluruh karyawan.
Latihan gabungan ini juga diharapkan mampu memberikan contoh bagi perusahaan lain di Sumatera Utara untuk memperkuat sistem tanggap darurat. Dengan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari aparat militer, perusahaan, hingga masyarakat, ketahanan wilayah terhadap bencana diyakini dapat terwujud.
Pada akhirnya, latihan ini tidak hanya ditujukan untuk melindungi aset perusahaan dan pekerja, tetapi juga demi menjaga keselamatan masyarakat luas. Nilai-nilai kewaspadaan, ketanggapan, serta kerja sama lintas sektor diharapkan tumbuh secara berkelanjutan di tengah tantangan bencana yang semakin kompleks.
(SH PURBA)