ElangMasNews.Com, BATURAJA, OKU – Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan Salat Jumat di Masjid As-Sholihin, Pasar Lama, Baturaja, Jumat (10/4/2026). Di balik khutbah yang disampaikan, terselip pesan kuat tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan membalas keburukan dengan kebaikan.
Imam sekaligus khatib, Akhirudin, S.Ag., dalam khutbahnya menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik.
“Puasa mengajarkan kita untuk memaafkan, bahkan kepada orang yang menzalimi kita,” tegasnya di hadapan jamaah.

Ia mengingatkan, setelah Ramadan seharusnya umat Islam mampu menahan ego dan memperbanyak kebaikan, termasuk kepada orang yang pernah berbuat jahat.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya memberi kepada sesama, bahkan kepada orang yang pelit atau yang pernah menyakiti.
“Memberi itu baik, tapi lebih mulia lagi jika kita memberi kepada orang yang pernah berbuat tidak baik kepada kita,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, Akhirudin menggunakan perumpamaan unik yang menarik perhatian jamaah, yakni puasa seperti ular dan puasa seperti ulat.
Menurutnya, puasa seperti ular hanya menggugurkan “kulit luar”, namun sifatnya tetap sama. Sementara puasa seperti ulat akan berproses menjadi kepompong, lalu berubah menjadi kupu-kupu yang indah dan membawa manfaat.
“Jangan sampai puasa kita hanya mengganti kulit, tapi tidak mengubah akhlak,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tali silaturahmi, baik dengan tetangga, keluarga, maupun sesama umat Islam.
Menurutnya, silaturahmi bukan hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi jalan terbukanya rezeki dan keberkahan hidup.
“Memutus silaturahmi hanya akan membawa kerugian, sementara menyambungnya mendatangkan rahmat Allah SWT,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengajak jamaah untuk hidup dalam kedamaian, tanpa dendam, serta tetap berbuat baik kepada siapa pun, termasuk kepada mereka yang membenci.
“Damai itu indah. Islam mengajarkan kita untuk merangkul, bukan memusuhi,” katanya.
Di akhir khutbah, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus berhijrah ke arah yang lebih baik, menjaga ibadah, serta mempertahankan semangat Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
Salat Jumat di Masjid As-Sholihin pun berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga selesai.
Pewarta:( M.Tohir).
(EMN.TIM).












