Karawang – elangmasnews.com Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar Wisuda Program Sarjana ke-11 yang berlangsung selama dua hari, 22–23 November 2025, di Ballroom Hotel Mercure Karawang. Tahun ini, UBP mewisuda total 898 lulusan dari berbagai program studi.
Dalam sesi temu media, Rektor UBP Karawang, Prof. Dr. H. Dedi Mulyadi, SE., MM, menyampaikan bahwa wisuda kali ini merupakan bagian dari perjalanan UBP selama 11 tahun berdiri. Ia menegaskan bahwa kampus terus melakukan inovasi terutama dalam menyiapkan lulusan yang siap terjun ke dunia kerja.
Kurikulum Berbasis Industri
Rektor menjelaskan bahwa UBP menerapkan kurikulum berbasis industri bekerja sama dengan 13 perusahaan, yang mulai diterapkan pada semester 5. Mahasiswa diarahkan untuk memahami ekosistem pekerjaan secara langsung melalui magang yang sesuai dengan bidang keilmuan mereka.
“Ketika nanti lulus, mereka sudah tidak ada masalah dalam memahami dunia kerja. Teori bisa mereka pelajari, tetapi yang dibutuhkan saat ini adalah pemahaman terhadap ekosistem pekerjaan. Itu hanya bisa diperoleh melalui pengalaman langsung,” ujarnya.
Melalui program magang selama satu semester tersebut, mahasiswa ditempatkan di perusahaan atau institusi yang relevan agar kompetensi mereka terasah secara optimal.
Penguatan Kompetensi Melalui Laboratorium Terpadu
Selain kurikulum industri, UBP juga membekali mahasiswa dengan fasilitas laboratorium terpadu. Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain:
Laboratorium Teknik Mesin
Laboratorium Industri
Laboratorium Farmasi
Laboratorium Psikologi
Laboratorium Lingkungan
Laboratorium ini digunakan untuk memberikan pemahaman praktis tentang tantangan di lapangan, sehingga mahasiswa memiliki gambaran yang jelas mengenai dunia kerja setelah lulus.
Pemilihan Lulusan Terbaik Mengacu pada Berbagai Kriteria
Terkait penentuan lulusan terbaik di setiap program studi, Rektor UBP menjelaskan bahwa penilaiannya tidak hanya berdasarkan nilai akademik.
“Walaupun nilai sama, belum tentu keduanya menjadi lulusan terbaik. Kami melihat kriteria lain seperti keaktifan di organisasi kemahasiswaan, partisipasi dalam kegiatan kampus maupun luar kampus, serta prestasi dalam perlombaan,” tegasnya.
Mahasiswa yang meraih prestasi nasional di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat juga mendapat apresiasi khusus dari kampus, yang turut menjadi pertimbangan dalam penilaian lulusan terbaik.
Pesan Rektor: Kuasai Teknologi dan Artificial Intelligence
Menutup sesi wawancara, Prof. Dedi memberi pesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar meskipun telah memperoleh ijazah sarjana.
“Dunia saat ini berkembang sangat cepat, terutama dalam bidang artificial intelligence (AI). Saya berharap para alumni tidak puas dengan selembar ijazah. Mereka harus mengikuti kursus, pelatihan, dan kegiatan yang bisa meningkatkan kompetensi mereka,” katanya.
Ia menekankan bahwa kemampuan menguasai teknologi, khususnya AI, kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.(Red)







