Tradisi islam Aqiqah dan kirim do’a untuk leluhur, masih menjadi tauladan kearifan lokal tanah jawa

Tradisi islam Aqiqah dan kirim do’a untuk leluhur, masih menjadi tauladan kearifan lokal tanah jawa
Spread the love

GroboganElangmasnews.com. – Ketika seorang anak Adam (manusia) meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim) Hal inilah yang diyakini umat islam di jawa untuk dijadikan momen kirim do’a kepada para leluhur keluarga secara turun temurun, harapanya arwah yang dikirimi do’a bisa diterima dengan baik di surga

Acara kirim do’a biasanya dibarengkan dengan momen sakral keluaraga semisal hajatan khitanan, mantenan, ulang tahun atau memperingati kelahiran anak ( Aqiqah), menariknya acara kirim do’a yang sudah menjadi trdisi di tanah jawa masih sering dilakukan dan bisa menjadi salah satu simbol kerukunan masyarakat karena selalu mengundang banyak orang dalam pelaksanaanya

Sulardi adalah salah satu penduduk yang yang tinggal di purwodadi grobogan jawa tengah, pada pada hari senin 23/03/2026 mengadakan acara kirm do’a, yang saat itu dibarengkan dengan momen Aqiqah dari salah satu keluarga besarnya yakni putra yang bernama Imron dari pasangan Sulistiyono dan Eni yang acaranya diadakan di rumahanya

Perlu diketahui acara Aqiqah ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran seorang anak manusia dalam islam serta menjadi momen untuk mendoakan anak yang telah lahir ke bumi, adapaun salah satu syarat untuk Aqiqah adalah menyembelih domba atau kambing dua ekor bagi anak laki laki, dan satu domba untuk perempuan

Dalam acara Aqiqh yang diselenggarakan oleh Sulardi ini, juga mengundang masyarakat dan tokoh agama untuk bersama mendo’akan keluarga besar yang telah wafat antara lain; almarhum mbah Rajuli, mbah Mariyem, mbah Suratman, Mbah Akrib Mbah Jaminem, mbak Jasmi, kang Suwarjo, serta semua ahli kubur dari keluarga Sulardi, dan berharap dengan do’a tersebut dikabulkan oleh Allah SWT

Baca Juga  Mutia Rahmawati : Pentingnya Tablet Tambah Darah Untuk Mencegah Anemia Bagi Remaja Putri

Do’a yang dibacakan untuk keluarga yang telah wafat yaitu “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa almarhum mbah Rajuli, mbah Mariyem, mbah Suratman, mbak Jasmi, kang Suwarjo, almarhum dan almarhumah keluarga Sulardi, terimalah amal baiknya, dan masukkanlah dia ke dalam surga-Mu yang luas. Ya Allah, berikanlah kesabaran dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkannya, dan berikanlah kami kesempatan untuk mendoakan dan memohonkan ampun baginya. Amin….

Adapun do’a untuk anak yang diperigati melalui Aqiqah adalah “Ya Allah, jadikanlah ananda Imron sebagai anak yang soleh dan taat kepada-Mu serta berbakti kepada orang tua, Berikanlah dia kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan di dunia dan akhirat, Amin.” dan pembacaaan do’a ini dipimpin oleh tokoh agama yang telah diundang

Sulardi saat dijumpai reporter menyampaikan terima kasih pada semua pihak atas terselenggaranya acara Aqiqah dan kirm do’a ini “Kami ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dan telah mendo’akan acara Aqiqah ini, Semoga Allah SWT menerima amal baik kita semua, Amin, Kami juga mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini” pungkasnya

Maspri


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *