SPPG Sindangresmi Tunjukkan Kinerja Positif, Dapur MBG Tuai Apresiasi Masyarakat

SPPG Sindangresmi Tunjukkan Kinerja Positif, Dapur MBG Tuai Apresiasi Masyarakat
Spread the love

Elangmasnews.com, Pandeglang, Banten — Kehadiran dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Insan Rabani Sindangresmi mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Dapur yang berlokasi di Kampung Ciodeng, Desa Ciodeng, Kecamatan Sindangresmi ini dinilai berperan aktif dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kalangan pelajar dan kelompok rentan.kamis (09/04/2026)

Program MBG yang merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Badan Gizi Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi serta menekan angka stunting.

Di lapangan, dapur SPPG Sindangresmi dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian makanan. Sejumlah warga mengaku terbantu dengan keberadaan dapur MBG tersebut.

Selain memberikan manfaat langsung berupa makanan bergizi, dapur ini juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.

“Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Anak-anak jadi mendapatkan makanan yang lebih layak dan bergizi,” ujar salah satu warga setempat.

Tak hanya itu, pengelolaan dapur juga disebut memperhatikan aspek kebersihan dan kualitas bahan makanan. Hal ini menjadi poin penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Pihak pengelola SPPG Yayasan Insan Rabani Sindangresmi menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari segi menu, kebersihan, maupun ketepatan distribusi.
Mereka juga membuka ruang evaluasi dan masukan dari masyarakat demi perbaikan berkelanjutan.

Dengan adanya dapur MBG ini, diharapkan program pemenuhan gizi dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan masyarakat di wilayah Sindangresmi dan sekitarnya.

Tim


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *